Connect with us

Organisasi

Membangun Ketahanan Pangan dari Pesantren

BEKASI, RK- Program Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam memberikan manfaat bagi pesantren di Indonesia kembali dibuktikan.

Kali ini ACT menyasar Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaffah Nusantara binaan Ustaz Fadlan Garamatan di Kecamatan Setu, Bekasi. Untuk diberikan bantuan 1 ton beras melalui program ACT untuk pesantren, yaitu Beras untuk Santri Indonesia atau BERISI.

“Program ini kami pastikan akan berjalan secara reguler, bukan hanya bertepatan dengan Hari Santri Nasional saja,” ungkap Direktur Program ACT Wahyu Novyan, Rabu (23/10/2019) disela kegiatan penyerahan program BERISI secara simbolis kepada Pengelola Pondok Pesantren Nuu Waar Al Fatih Kaffah Nusantara.

Diklaimnya, hingga akhir Oktober 2019 sudah beberapa pesantren yang tersebar di beberapa pulau besar di Indonesia yang telah menerima bantuan beras dari program BERISI. Bahkan akhir pekan kemarin beberapa pesantren prasejahtera di Banten mendapatkan pasokan beras masing-masing 1 ton. Harapannya program BERISI ini dapat menjadi pelecut semangat bagi pesantren untuk dapat memenuhi kebutuhan pangan santrinya mayoritas berlatar belakang dari keluarga prasejahtera.

Selain itu dalam jangka panjang, program ini tak hanya sebagai pemenuh kebutuhan pangan santri saja, tapi juga sebagai titik awal bangkitnya ketahanan pangan dari pesantren.

“Ribuan pesantren di Indonesia banyak yang masih kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pangan para santrinya. Para santri tidak jarang menahan rasa lapar demi bertahan dan menuntut ilmu di pesantren. Di sisi lain tidak sedikit juga pesantren yang memiliki lahan cukup luas, namun pemanfaatannya kurang maksimal. Karena itulah ACT berusaha hadir memberikan solusi melalui program BERISI,” tambahnya.

Selain pemberian bantuan beras, nantinya jika terjalin kerja sama lebih lanjut, ACT berencana membuatkan program berbasis wakaf di pesantren. Hingga saat ini ACT melalui Global Wakaf telah mengelola lahan-lahan wakaf produktif dari masyarakat. Sebut saja Lumpung Pangan Wakaf di Blora, Jawa Tengah dan Lumbung Ternak Wakaf di Tasikmalaya. Lumbung-lumbung ini merupakan bentuk pengelolaan dana wakaf yang disalurkan melalui Global Wakaf-ACT, yang hasilnya akan dikembalikan ke masyarakat.

Kemudian dalam jangka panjang, nantinya ACT melalui Global Wakaf akan melakukan pendampingan terhadap pesantren untuk membangun LPW ataupun LTW di lingkungan pesantren.

“Cara ini dilakukan untuk membangun ketahanan pangan, paling tidak untuk pesantren itu sendiri,” tukasnya.(RILIS-ACT)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial