Connect with us

umum

Kemarau Panjang, Petani Desa Salimuran Panen Padi Seluas 530 Hektare

BATULICIN, RK – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bersujud Desa Salimuran Kecamatan Kusan Hilir menggelar syukuran panen padi, Selasa (05/11/2019), dihadiri Bupati Tanah Bumbu H Sudian Noor didampinggi Kadis Pertanian H Setia Budi. 

Saat ini ada 18 kelompok tani yang berhasil melakukan panen padi dengan luasan lahan keseluruhan sekitar 530 hektare.

“Walaupun tahun ini kemarau panjang dan terjadi kekeringan di beberapa wilayah Tanbu,  namun lahan pertanian di Desa Salimuran tak ada masalah karena mendapatkan bantuan pengairan dari Sungai Kusan,” ujar Setia Budi.

Dijelaskannya, satu hektare lahan pertanian yang ditanami jenis padi Mikongga, bisa menghasilkan gabah kering sekitar 10,7 ton.

Budi menambahkan,  bahwa beras ini nantinya akan didistribusikan kepada PNS Kabupaten Tanah Bumbu,  karena hal ini merupakan program dari Dinas Ketahanan Pangan.

Selain membantu pengairan padi sawah di musim kemarau, pihak Dinas Pertanian juga sebelumya pernah mengarahkan petani untuk menanam buah semangka dan sayuran kol.

“Sesuai arahan bupati, maka alsintan milik pemerintah daerah dapat digunakan secara gratis oleh masyarakat. Seperti alat panen yang biasanya kena tarif per karung hasil panen menjadi gratis, petani hanya perlu menyiapkan bahan bakar dan upah operator,” ungkap Budi.

Pada kesempatan itu,  Bupati Tanbu H Sudian Noor mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan panen padi yang telah dirasakan oleh para petani di musim kemarau ini.

“Kita semua wajib bersyukur atas anugerah Allah SWT,  kini kita dapat melihat padi sejauh mata memandang, sementara petani di daerah lainnya tidak bisa menanam apalagi panen, disini bisa. Jangankan untuk menanam, untuk keperluan sehari-hari saja susah mendapatkan air,” beber Sudian Noor.

Sudian Noor menginginkan agar warga mendapat edukasi sesuai dengan karakter wilayah masing-masing. Pemerintah daerah juga mengundang para pakar pertanian agar lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya.

Ke depan, Sudian Noor berkeinginan dibentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Pertanian, sama seperti TRC Penanggulangan Bencana.

“Seketika ada petani yang melakukan panen, tim akan turun mengerahkan alat yang ada. Hal ini agar waktu yang dibutuhkan petani untuk menyelesaikan panennya menjadi lebih cepat,” katanya.

Tak lupa Sudian Noor juga berpesan, atas kewajiban yang harus dilakukan warga setelah mendapatkan hasil panen yang baik tersebut.

Selain syukuran panen, saat acara itu juga dilakukan peluncuran Bengkel Keliling Alsintan oleh Dinas Pertanian Tanbu. Pada acara kegiatan itu, dihadiri oleh perwakilan Kodim 1022 TNB, Polres Tanbu, Tim Peneliti Institut Pertanian Bogor, pejabat SKPD Tanbu, BPS Tanbu, camat dan para undangan.(NRL)

 

Editor: Agus Salim

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial