Connect with us

Pemprov Kalsel

Paman Birin: Hormati dan Sayangi Orangtua

BANJARMASIN, RK – Sedikitnya 200 lansia dengan 40 pendamping, mengikuti senam yang digelar Dinas Sosial Kalsel di lingkungan Rumah Dinas Gubernur, Jumat (8/11) pagi.

Diselimuti asap dan embun pagi, para lansia baik lelaki maupun perempuan terlihat  semangat mengikuti jenis senam yang memang diperuntukkan se usia mereka tersebut.

Kegiatan senam ini seiring dengan diperingatinya Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke- 23 tahun 2019. Peringatan kali ini mengangkat tema “Lanjut Usia Mandiri, Sejahtera dan Martabat di Mahligai Pancasila”.

Pada Peringatan Hari Lansia, Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor dan Ketua TP Kalsel Hj Raudatul Jannah mengingatkan agar selalu  menghormati dan menyayangi para orangtua berstatus warga senior.

Paman Birin sapaan akrab Gubernur Kalsel, menjelaskan pertimbangan pemerintah memperingati Hari Lansia  setiap tahun, karena bangsa kita adalah bangsa yang sangat menghargai terhadap orang tua.

“Dalam kehidupan keluarga mereka (lansia) merupakan figur yang harus kita hormati dan bahagiakan. Ini karena beragam pengetahuan serta pengalaman yang dimiliki para lansia,” pesannya.

Paman Birin  mengharapkan semua pihak, baik instansi pemerintah maupun masyarakat agar memberikan perlindungan terhadap para lansia untuk mendapat hak kemandirian, berpartisipasi, perawatan, kepuasan serta hak harga diri

“Semoga kita panjang umur seperti bapak dan ibu lansia juga,” harapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Siti Nuriyani berharap semoga kualitas dan kuantitas program kegiatan ini terus dapat bertambah sehingga akan lebih banyak memberi berkah dan manfaat bagi para orang tua kita.

Menurut Kadinsos Kalsel, Siti Nuriyani, hingga sekarang jumlah lansia yang dibina di panti termasuk dengan yang dimiliki Pemprov Kalsel sebanyak 175 orang, di dua tempat, seperti di perbatasan Banjarbaru – Kota Martapura.

“Mereka yang kita bina tanpa batasan waktu, sampai tutup usia,” ujar Nuriyani.

Meski demikian, lanjut kadinsos, lansia yang dibina harus memenuhi persyaratan. Terutama karena memang benar-benar telantar, seperti tidak memiliki keluarga sama sekali. “Di panti juga kita siapkan klinik, ada dokter dan para medisnya,” pungkasnya.(RANO)

Editor: Agus Salim

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial