Connect with us

Politik

Bawaslu Tanbu Rekrut 30 Anggota Panwascam, Catat Tanggalnya

BATULICIN, RK – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Tanah Bumbu akan merekrut 30 anggota Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) untuk persiapan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 mendatang. Hal ini menindaklanjuti SK Nomor 0883/K.Bawaslu/KP.01.00/ XI/2019 dan surat Ketua Bawaslu RI Nomor 0502/ K.Bawaslu /TU.00.01/ XI/2019.

“Pendaftaran dan penerimaan anggota Panwascam Tanbu mulai dibuka tanggal 27 Nopember hingga 3 Desember 2019,” ungkap Ketua Bawaslu Tanbu, Kamiluddin Malewa, Senin (18/11/ 2019).

Calon anggota Panwascam, jelasnya, diutamakan berpendidikan minimal lulus SMA atau sederajat, serta berusia minimal 25 tahun, komposisi keanggotaan 70 persen laki-laki dan 30 persen keterwakilan  perempuan.

Kamiluddin menambahkan, rekrutmen anggota Panwascam tahun 2019 berjumlah 30 orang, dan setiap satu kantor kecamatan ditempatkan 3 orang petugas Panwascam.

“Panwascam bersifat ad hoc dengan masa kerja paling lama 1 (satu) bulan sebelum tahapan pertama penyelenggaraaan Pemilu dimulai, dan berakhir paling lama 2 (dua) bulan setelah tahapan penyelenggaraan Pemilu selesai,” jelasnya.

Adapun tugas dan wewenang Panwascam dalam pemilihan diantaranya mengawasi tahapan penyelenggaraan pemilihan di wilayah kecamatan, yang meliputi, pemutakhiran data pemilih berdasarkan data kependudukan dan penetapan DPS dan DPT, mengawasi verifikasi KTP dukungan calon peserta pilkada serta mengawasi pelaksanaan rekrutman PPK.

Diantara tahapan seleksi Bawaslu meminta tanggapan masyarakat terhadap Panwascam yang lulus administrasi. Masyarakat dapat memberikan tanggapan terkait keterpenuhan syarat administrasi, integritas, dan kecakapan peserta seleksi sejak pengumuman hasil seleksi administrasi sampai pelaksanaan tahapan wawancara.

Memperketat seleksi terpenuhinya 18 persyaratan dan tes tertulis dalam bentuk socrative secara onliine dari Bawaslu RI dan wawancara berupa materi pendalaman visi-misi, motivasi calon anggota Panitia Pengawas Pemilihan Kecamatan, pengetahuan tentang penyelenggaraan dan pengawasan Pemilu, pengetahuan tentang kearifan lokal, serta klarifikasi terhadap rekam jejak dan tanggapan masyarakat.

“Hal itu dimaksudkan untuk mewujudkan Bawaslu sebagai lembaga pengawal terpercaya dalam penyelenggaraan pemilu demokratis, bermartabat dan berkualitas,” pungkasnya.(YD/ NURUL)  

Editor: Agus Salim

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial