Connect with us

Seni Budaya

Sambangi Dispersip Kalsel, Kang Abik Berbagi Tips Menulis

BANJARMASIN, RK – Habiburrahman El Shirazy, penulis yang sudah malang melintang di dunia penulisan novel dan lainnya menyambangi Perpustakaan Palnam Dispersip Kalsel di Banjarmasin, Selasa (10/3/2020).

Pria yang sering di sapa Kang Abik ini memaparkan, banyak orang yang belum berhasil menjadi penulis lantaran belum benar-benar cinta dengan menulis.

Menurutnya, jika ingin berhasil melakukan apapun termasuk menulis sebuah karya, maka seseorang harus benar-benar cinta dan suka pada hal tersebut.

Penulis novel Ayat-ayat Cinta ini berbagi tips agar seseorang berhasil membuat sebuah karya berupa tulisan. Pertama, menulis suatu hal yang dekat dengan diri seseorang. Karena menurutnya, ini lebih mudah dimulai seseorang ketika hendak membuat suatu karya tulis.

“Misalnya, seperti pengalaman pribadi adalah hal yang paling dekat dan kita tahu. Kemudian tulis apa yang kamu suka, Kalau kamu suka cerpen, tulislah cerpen. Kalau kamu suka menulis soal memasak, tulis lah tentang resep memasak, apalagi kalau bisa tembus internasional, keren kan,” paparnya.

Selain itu, Kang Abik membagikan tips lainnya, yaitu mengatur jadwal kerja sendiri untuk menulis. Karena bagi Kang Abik, menulis itu merupakan pekerjaan independen. Untuk mengatur jadwalnya sendiri, agar karya tulisnya bisa rampung tepat waktu.

“Kalau tidak punya jadwal kerja, tidak punya timing yang jelas, satu tulisan bisa saja lima tahun tidak selesai. Akhirnya, tidak selesai-selesai sehingga akhirnya bikin malas,” ucapnya.

Padahal, jika sebuah karya tulis diselesaikan dan diterbitkan, lanjut Kang Abik, akan menjadi penyemangat bagi seseorang untuk dapat menulis karya tulis selanjutnya.

Untuk menghadapi keraguan, seseorang untuk menghasilkan karya tulis, Kang Abik menegaskan, siapapun memiliki potensi untuk bisa menulis. Ia mencontohkan seorang anak yang menulis surat izin kepada gurunya dan dipahami oleh gurunya.

“Kamu itu bisa menulis. Yang paling penting, punya keyakinan dan harapan. Kalau orang tidak punya keyakinan dan harapan, ya sudah seperti zombie yang berjalan. Kita harus punya keyakinan dan harapan, itu baru segar” pungkasnya.(nisa)

Editor: Agus Salim

 

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial