Connect with us

Hukum

Ungkap Peredaran Sabu 208 Kg, Polisi Dalami Kemungkinan Pengendalinya

BANJARMASIN, RK – Polda Kalsel Berhasil mengungkap peredaran narkoba jenis sabu kelas kakap di Kecamatan Jaro, Tabalong , Jumat (13/3). Hasil pengungkapan beserta barang bukti (barbuk) narkoba sebanyak 208 Kg dan ekstasi 13,912 Kg, disampaikan di Aula Bhayangkara Mapolda Kalsel Banjarmasin, Senin (16/3)

Kapolda Kalsel Irjen Pol Yazid Fanani melalui Direktur Resnarkoba Polda Kalsel Kombes Pol Iwan Eka Putra menceritakan kronologis penangkapan kepada awak media.

Menurut Iwan, tangkapan 208 Kg sabu yang didapat dari tersangka berinisial DA ini, merupakan pengembangan dari penyidikan yang telah dilakukan lebih dari satu tahun lalu, atau di bulan Januari 2019.

“Pelan-pelan kita pantau terus jaringan ini, sampai akhirnya di 13 Maret lalu kita lakukan penindakan. Ini merupakan pengembangan jaringan yang pernah kita sidik oleh Dit Resnarkoba Polda Kalsel per Januari 2019 lalu,” ucap Kombes Iwan.

Berdasarkan pengakuan, Kombes Iwan menyebut tersangka sudah tiga kali beraksi mengedarkan narkoba.  “Mungkin yang ketiga kalinya ini yang dia tidak lolos,” ungkapnya.

Saat mengendarai mobil jenis Pajero Sport, tersangka DA diketahui membawa sekitar 2-3 tas. Diakui Kombes Iwan, jaringan narkotika internasional cara kerjanya demikian. Pertama, tersangka lewat dengan membawa dua tas yang diperkirakan seberat 20 kilogram.

“Kemudian lewat lagi bisa berkali-kali, bisa membawa sampai 6-7 tas, seperti itu yang dilakukan jaringan. Kalau dianggap bagus dan lihai, dia bisa melakukan tugas berat itu,” jelasnya.

Lantas, apakah ada gudang untuk menyimpan narkoba ini? Kombes Iwan mengakui, bisa saja ada gudang yang menyimpan narkoba sebanyak ini. Dari pendalaman jajarannya, peredaran narkoba ini bakal terpecah di Kalsel.

Mengenai kemungkinan adanya pengendali jaringan ini, pihaknya sedang mendalami. “Jadi bisa untuk konsumsi di Kalsel sepenuhnya, bisa juga untuk peredaran ke Kalteng, Kaltim, Kalbar, hingga Jawa bagian timur dan Madura,” ungkap Kombes Iwan.

Jika dihitung 1 gram sabu dikonsumsi oleh 10 orang, maka 1.000 gram (1 Kg) bisa dikonsumsi oleh 10 ribu orang yang terpapar sabu. “Bayangkan kalau 10 ribu orang dikalikan 208 kilogram, banyak sekali korbannya,” sebutnya.

Kombes Iwan tidak menampik, dengan tangkapan sebesar ini tersangka terancam diganjar hukuman mati. DA sendiri dikenakan pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Kejahatan narkoba menggunakan modus operasi yang tinggi, teknologi canggih dan didukung oleh jaringan organisasi yang luas serta sudah banyak menimbulkan korban, tidak hanya kalangan generasi muda, tetapi sudah masuk pada berbagai profesi dan elemen masyarakat.(nisa)

Editor: Agus Salim

 

 

 69 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *