Connect with us

Balangan

Datangi Sekolah, Disdukcapil Balangan Gencarkan Pembuatan KTP Anak

PARINGIN, RK – Setiap anak di Kabupaten Balangan kini disarankan untuk memiliki Kartu Identitas Anak (KIA). Sebagai upaya peningkatan pembuatan KIA, Disdukcapil Balangan mendatangi SD dan SMP untuk pendataan, seperti pada , Rabu (18/3/2020)

Kadisdukcapil Kabupaten Balangan Hifziani mengatakan, saat ini pihanya sudah melakukan pendataan dengan mendatangi sekolah-sekolah untuk pembuatan KIA, yang biasanya juga disebut KTP Anak.

Menurutnya, hampir semua SMP di Balangan sudah didatangi untuk pendataan. Mereka mengambil foto dari para siswa yang akan dibuatkan KIA. Sementara untuk SD, baru beberapa sekolah yang didatangi.

“Tentunya, respon kepala sekolah atas upaya jemput bola Disdukcapil mendapat apresiasi dari pihak. Antusias siswa pun dalam proses pendataan cukup bersahabat,” ujarnya.

Dalam pembuatan KIA, lanjutnya, lebih mudah. Karena data anak sudah masuk dalam dokumen akta kelahiran mereka. Khususnya bagi anak yang sudah memiliki akta.

Meski belum sepenuhnya kewajiban pembuatan KIA pada anak usia 0-17 tahun, namun Disdukcapil Balangan aktif memberikan sosialisasi. Selain itu, KIA juga dianggap bermanfaat sebagai KTP.

“Kalau di bandara, kadang petugas sudah mulai menanyakan KIA,” ucap Hifni. Sehingga, kepemilikan KIA dianggap penting untuk anak.

Tak hanya itu, ke depan, Disdukcapil Balangan juga akan bekerjasama dengan pihak ketiga untuk memaksimalkan pemanfaatan KIA.

Selain itu, apabila dalam pendaftaran sekolah, KIA akan diperlukan, Disdukcapil pun siap untuk melayani masyarakat dalam hal pembuatan dokumen tersebut.

Pembuatan KIA tak hanya dilakukan di sekolah. Tentunya penanganan di kantor Disdukcapil Balangan juga tak kalah gencar, banyak para orangtua yang sudah berinisiatif untuk membuat KIA.

Sebagaimana diketahui, pembuatan KIA saat ini sudah dijalankan oleh sejumlah kabupaten dan kota. Kartu berwarna pink dan seukuran blanko KTP itu menjadi KTP anak. Adapun formatnya layaknya KTP pula, yang membedakan hanya warna. Selain itu untuk anak usia 0-5 tahun kurang sehari tidak menggunakan foto. Sementara pada usia 5-17 tahun sudah wajib pakai foto.(elh)

Editor: Sandi Firly

 9 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *