Connect with us

Kalteng

Begini Kronologi Kontaknya 19 Warga Pangkoh IV Dengan Pasien Covid-19 Nomor 3, Versi Kades

PEMBENTUKAN POSKO - Kades Dan Perangkat Desa Tahai Jaya Kecamatan Maliku, dan Bhabinkamtibmas melakukan rapat untuk membentuk posko jaga dalam mendukung upaya Karantina 19 Warga yang di duga kontak Covid-19. Rabu, (25/3/20) malam tadi. ( Foto/ Istimewa)

PULANG PISAU, RK – Dikarantinanya 19 orang Warga Desa Tahai Jaya Kecamatan Maliku, Kabupaten Pulang Pisau membuat banyak masyarakat geger, bahkan muncul isu di media sosial yang menyebut bahwa pasien positif Corona nomor 3 adalah asal Desa Tahai. Informasi tersebut langsung dibantah Jasimin, Kepala Desa Tahai Jaya.

Kepada media ini Jasimin menjelaskan, jika Pasien yang dinyatakan positif Corona oleh Pemerintah Provinsi Kalteng nomor 3 sebelumnya, bukanlah warga Desa Tahai Jaya, Pulang Pisau.

“Pasien Covid-19 nomor 3 itu adalah warga Palangkaraya, tinggalnya juga disana. Dia terkena Covid-19, infonya diduga pernah bersentuhan dengan teman sekolahnya yang baru datang dari luar negeri, dari Hongkong. Namun Pasien nomor 3 ini, memang punya kerabat orang Tahai Jaya, yaitu seorang nenek yang kemarin sempat sakit di RSUD Pulang Pisau,” ujar Jasimin.

Jasimin, Kepala Desa Tahai Jaya, Kecamatan Maliku Kabupaten Pulang Pisau.

Saat membesuk Neneknya di RSUD, Pasien Covid-19 nomor 3 dikatakan Jasimin datang bersama orang tuanya. Usai sang nenek sembuh, mereka kemudian sama-sama pergi ke Tahai Jaya.

Di Tahai Jaya sempat menginap sekitar dua malam, yakni tanggal 11-13 Maret. Saat itu juga keluarga pasien Covid-19 dari Palangka ini dikunjungi tetangga sekitar dan kerabat yang juga warga Tahai Jaya.

” Saat itu belum ada indikasi sakit dan informasi Covid-19 belum seheboh sekarang, yang baru sembuh sakit saat itu justru si nenek karena ada benjolan ginjal. Makanya dikunjungi, keluarga tetangga datang besuk, namanya silahturahmi itu biasa disini apalagi mereka keluarga besar,” ujar Jasimin.

Sekitar hari Jumat, (13/3/20) Pasien Covid-19 bersama keluarga lalu balik ke Palangkaraya, Setelah itu semuanya normal seperti biasa, hingga sekitar tanggal 24 yang lalu pihak desa memperoleh kabar jika salah satu Pasien Covid-19 nomor 3 adalah yang pernah datang ke tempat mereka sebelumnya.

“Ketika terima informasi itu, kita langsung gerak. Kita buat Himbauan darurat Satu, yakni meminta masyarakat tidak keluar rumah. Kemudian kami  berkoordinasi dengan Pemerintah, hingga akhirnya turun Tim Gugus Covid-19 Pulpis yang melakukan Tracking dengan penyemprotan di rumah warga pakai baju ala “Astronot”, serta langsung mengkarantina 19 warga tersebut,” terang Jasimin. ( ds )

Editor : Arif Syarkawie

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Social media & sharing icons powered by UltimatelySocial