Connect with us

DPRD Kota Banjarmasin

Jalani Karantina Positif Covid-19, Warga Pekapuran Merasa Diabaikan

BANJARMASIN, RK – Setelah menjalani karantina mandiri selama 14 hari di rumah, penderita positif Covid-19 menunggu kejelasan dari pemerintah.

Ris warga Pekapuran Raya Banjarmasin, bersama ibu dan adiknya, sesuai hasil Swab tanggal 16 Mei di Rumah Sakit Sultan Suriansyah dinyatakan positif Covid-19.

Karantina mandiri dijalani Ris selama dua pekan di rumah. Meski telah menjalani karantina mandiri, Ris bersama ibu dan adiknya, hingga saat ini tidak mendapat kejelasan bagaimana status terakhir dirinya, karena meski karantina mandiri selesai dilakukan, pemerintah belum juga melakukan pemeriksaan lanjutan atau swab ulang.

“Setelah diswab kami sudah menjalani karantina mandiri. Namun hingga saat ini kami didiamkan begitu saja tanpa ada tindak lanjut dari pemerintah,” ucapnya.

Kegundahan Ris dan keluarga tidak hanya sampai dis itu. Berkurung diri selama 14 hari, membuatnya merasa terkekang di rumah dan ingin merasakan menghirup udara segar di luar rumah.

“Bukannya dukungan psikologis yang kami terima, tetangga malah merasa takut sekadar tegur sapa dan meminta tetap di rumah. Sampai kapan kami harus di rumah sementara status kami tidak jelas,” tanyanya.

Ris meminta agar pemerintah segera melakukan uji swab lanjutan untuk memastikan status terkahir setelah menjalani masa karantina.

“Apakah kami masih berstatus positif atau negatif, belum ada pemeriksaan lanjutan. Perhatian pemerintah sangat kami harapkan,” pintanya.

Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Matnor Ali berjanji akan segera mendiskusikan persoalan ini dengan pihak terkait, mengingat mungkin saja kasus seperti ini juga terjadi di kawasan lain.

Sesuai SOP kesehatan, lanjutnya, pemeriksaan lanjutan harus segera dilakukan jika seseorang dinyatakan positif dan diminta mejalani karantina mandiri di rumah.

“Setelah menjalani karantina mandiri, harus diswab lagi untuk memastikan status seseorang. Jika status masih positif, pemerintah harus segera melakukan penanganan medis yang maksimal. Ini semua tanggung jawab pemerintah dan harus segera diseleaikan oleh pemerintah,” tutupnya. (hdr)
Editor: Sandi Firly

 78 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *