Connect with us

Pulang Pisau

Pertahankan Ekosistem Lahan Gambut. KLHK Bersama Pemkab Pulpis Gelar FGD

Pusat Penelitian dan pengembangan KLHK Pusat bekerja sama dengan Pemkab Pulpis menggelar FGD di Aula Bapelitbang, Rabu ( 25/11/20) tadi.

PULANG PISAU, RK – Dalam rangka mendukung keberlangsungan keanekaragaman hayati yang ada di lingkungan gambut serta mendukung ekonomi masyarakat sekitar. Kementrian lingkungan hidup bekerjasama dengan Pemerintah provinsi dan Pemkab Pulang Pisau menggelar Focus Group Discussion atau FGD bertempat di Aula Bapelitbang, Rabu (25/11/20) tadi.

Kegiatan yang mengangkat tema Konservasi “Kehayati Ekosistem Gambut Dalam Mendukung Peningkatan Ekonomi Masyarakat” tersebut dibuka langsung oleh Asisten II Pulang Pisau, Ir Hanafi serta di hadiri Pusat Penelitian dan pengembangan KLHK, Kehutanan Provinsi Kalteng, KPHP Unit XXI, Balai Taman Nasional Sebangau, BKSDA Kalteng, beberapa SOPD terkait dan serta perwakilan Desa wilayah kahayan hilir.

“Pemkab Pulpis sangat mengapresiasi FGD ini untuk sama-sama mencari solusi terbaik untuk mempertahankan ekosistem lahan gambut yang semakin hari terancam berkurang. Berdasarkan data Global Wetlands yang diakses 16 April 2019, luas lahan gambut telah berkurang menjadi 2,7 juta hektare dari awalnya mencapai 3.010.664 hektare,” ujar Hanafi saat menyampaikan sambutan Pit Bupati Pulang Pisau Pudjirutaty Narang.

Terpisah, Prof Dr Raden Garsetiasih dari peneliti Litbang KLHK pisah, menjelaskan hasil penelitian pihaknya beberapa waktu lalu. Jika di wilayah Pulpis untuk jenis flora dan fauna masih memiliki potensi untuk dikembangkan. Meski beberapa diantaranya terancam berkurang. Begitu juga jenis tumbuhan alam, menurut Garsetiasih kayu-kayu khas seperti Ramin dan Jelutung masih bisa di temukan di Pulang Pisau.

Berkurangnya Ekosistem Flora dan Fauna di Pulpis dikatakan Prof Dr Raden Garsetiasih Peneliti Litbang KLHK perlu menjadi perhatian semua pihak.

“Hasil penelitian ini yang kami buka ke FGD untuk sama-sama sharing. Bagaimana agar potensi Flora dan fauna yang ada ini tetap bisa berkembang. Salah satunya dengan tetap mempertahankan ekosistem alaminya. Misalnya menanam tanaman yang mendukung penyediaan pakan burung,” jelas Prof Garsetiasih.

Untuk jenis burung dikatakan dirinya terdapat sekitar 50 jenis, meski beberapa jenis ada yang mulai punah. Dirinya menyarankan agar keseimbangan ekosistem tetap harus dijaga untuk mempertahankan rantai makanan fauna yang ada. ( ds )

Editor : Arif Syarkawie

 12 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *