Connect with us

Opini

Guru Profesional di Musim Pandemi Covid-19

Oleh: Aswadi S.Pd M.Pd SH MH (Alumni Pasca Sarjana Universitas Islam Malang)

“Pendidikan karakter tidak akan berhasil kalau orang yang diamanatkan untuk mendidik itu bukan orang yang berkarakter, oleh karena itu pendidikan karakter harus dimulai dari guru yang profesional” (Hamka Abdul Azis).

INI menandakan betapa berartinya guru yang profesional keberadaannya di setiap institusi pendidikan. Terlebih lagi di masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) sekarang ini. Di era digitalisasi dewasa ini guru professional dituntut untu selalu aktif, kreatif, berinovasi serta cerdas dan mahir dalam penggunaan Information Technology (IT) untuk menjalankan, mensukseskan fungsi dan tugasnya sebagai pendidik professional. Karena, guru profesional akan melahirkan siswa-siswi yang berkarakter, terdidik, berwawasan, memiliki keahlian, bertanggungjawab, unggul dan berkualitas untuk menjawab tantangan masa depan.

Guru profesional di masa pandemi covid- 19 adalah guru yang memahami dan mampu menggunakan berbagai media atau aplikasi pembelajaran online (daring) untuk anak didik.

Untuk melaksanakan tugas pokoknya sebagai seorang pendidik, pengajar, pembina, penilai, pengasuh, pembimbing, dan peniliti serta kemampuan dalam hal merencanakan, menjalankan, dan mengevaluasi hasil pembelajaran.

Guru profesional di masa pandemi covid-19 dewasa ini tidak hanya cerdas dalam hal literasi, penggunaan IT di era digitalisasi tetapi juga guru professional adalah guru beriman dan bertaqwa, menguasai ilmu agama, menguasai pedagogik, menguasai kemampuan profesional, memiliki kepribadian, memiliki hubungan berkualitas dengan siswa, memiliki energi untuk siswa, memiliki tujuan yang jelas untuk pelajaran, menerapkan kedisiplinan yang dicontoh siswa, memiliki manajemen kelas yang andal baik secara tatap muka langsung ataupun secara virtual dalam proses kegiatan belajar mengajarnya, menjalin komunikasi dengan orangtua, menaruh harapan tinggi kepada siswa, mengetahui kurikulum sekolah untuk memberikan pengajaran, serta menguasai materi yang di ajarkan.

Pada Peraturan Pemerintah No.19 Tahun 2005 bab VI pasal 28 ayat 3 menyatakan bahwa guru profesional harus memiliki kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi profesional dan kompetensi sosial. Lebih lanjut disebutkan guru atau pendidik juga harus memiliki kompetensi dan sertifikasi yang sama terhadap mata pelajaran yang disampaikan.

Menurut Undang-undang No. 14/ 2005 menyatakan guru  profesional adalah pendidik yang mempunyai kewajiban untuk mendidik, mengajar, membimbing, melatih, mengarahkan, dan mengevaluasi siswanya. Juga pada UU No. 20/ 2003 pendidik sebaiknya memiliki kualifikasi dan sertifikasi terhadap jenjang pendidikan terhadap materi yang mereka ajarkan.

Bagi seorang yang berprofesi sebagai pengajar atau pendidik menjadi guru profesional adalah suatu keharusan agar kelak mampu melahirkan siswa-siswi yang berkualitas, berkarakter serta profesional dalam rangka menyambut tantangan masa depan yang sangat kompleks dan kompetitif. Karakteristik yang diperhatikan agar kita bisa menjadi guru profesional adalah:

Bertakwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa

Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa adalah suatu keyakinan mendasar yang harus dimiliki oleh pengajar atau pendidik sesuai agama dan kepercayaannya masing-masing. Hal tersebut akan menjadi kekuatan atau energi bagi dirinya dalam melaksanakan tugas yang diembankan dipundaknya. Karena titik berat pendidikan karakter adalah bagaimana para guru memberikan pencerahan hati kepada siswa-siswinya, hal ini tidak akan berhasil jika para pendidik tidak memiliki keyakinan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Selalu Membaca

Sebagai seorang guru kita jangan pernah merasa sudah selesai belajar walaupun sudah selesai menempuh pendidikan tinggi. Guru sebagai orang yang terpelajar adalah mereka yang telah melalui proses belajar dan terus belajar. Hanya dengan membaca maka guru bisa disebut manusia pembelajar. Dan hanya dengan begitu dia bisa disebut guru dengan jiwa pendidik. Ada pepatah yang mengatakan; belajar dari guru yang terus membaca rasanya seperti minum air yang segar, namun belajar dari guru yang tidak lagi membaca seperti minum air yang tidak sehat.

Memberikan Pelayanan Prima

Guru sebagai pengajar atau pendidik mempu memberikan pelayanan yang baik dan berkualitas dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran di sekolah. Guru menjelaskan dan menanggapi pertanyaan dari para anak didik dengan cara  profesional, senang hati, menaruh kesabaran yang tinggi sebagaimana orangtua menjelaskan dan menanggapi pertanyaan dari anaknya sendiri, sehingga tidak ada keraguan bagi siswa dalam memahami pembelajaran yang disampaikan oleh guru. Sehingga anak didik tidak merasa canggung atau takut pada saat menanyakan permasalahan yang masih belum dimengerti oleh anak didik.

Siap dalam Pembelajaran

Maksudnya adalah sebelum melaksanakan kegiatan belajar mengajar, guru sudah siap dalam melaksanakan pembelajaran, baik berupa materi yang akan disampaikan, peralatan media yang akan digunakan, ataupun teknik dan metode yang akan diterapkan serta alat pengukuran ataupun evaluasi yang dilaksanakan. Karena hal ini akan membuat kegiatan pembelajaran menjadi terarah, efektif dan tepat sasaran. Laksana berlayar sebuah kapal sudah memiliki kompas sehingga mempunyai arah atau tujuan yang  jelas, sehingga kapal tak akan tersesat selama perjalanan.

Mampu Memberi Motivasi

Guru dituntut memiliki kemampuan membangkitkan motivasi belajar peserta didik sehingga dapat mencapai tujuan pembelajaran. Motivasi adalah tenaga pendorong atau penarik yang menyebabkan adanya tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu. Para anak didik akan belajar sungguh-sungguh apabila memiliki motivasi yang tinggi. Karena motivasi akan menyebabkan terjadinya suatu perubahan energi yang ada pada diri manusia baik yang menyangkut kejiwaan, perasaan dan emosi untuk kemudian bertindak atau melakukan sesuatu untuk mencapai tujuan.

Bangga Berprofesi Sebagai Guru

Menjadi guru merupakan panggilan suci yang dilandasi kecintaan terhadap profesinya sebagai guru untuk mendidik anak bangsa agar kelak menjadi orang bertanggung jawab, memiliki keahlian, agar peserta didik secara aktif mampu mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kemampuan spiritual, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, sehingga berguna bagi masyarakat, bangsa dan negara. Guru sebagai pengajar atau pendidik mampu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga Negara yang demokratis serta bertanggungjawab.

Menguasai Kompetensi Pedagogik

Kemampuan pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik, atau dapat juga disebut kemampuan pengelolaan. Seni dan pengetahuan untuk menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial, cultural, emosional, dan intelektual. Menguasai teori belajar dan prinsif-prinsif pembelajaran yang mendidik. Mengembangkan kurikulum terkait dengan mata pelajaran yang diajarkan. Menyelenggarakan pembelajaran yang mendidik. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran. Memfasilitasi pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki oleh anak didik. Berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan peserta didik. Menyelenggarakan proses penilaian, evaluasi pembelajaran dan hasil belajar. Memenfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan pembelajaran. Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran.

Menguasai Kompetensi Profesional

Menguasai materi, struktur, konsep, dan pola pikir keilmuan yang mendukung terhadap materi pelajaran yang diajarkan. Menguasai standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran yang disampaikan. Mengembangkan materi pembelajaran yang diajarkan secara kreatif. Mengembangkan keprofesionalan secara berkelanjutan dengan melakukan tindakan reflektif, memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mengembangkan diri.

Memiliki Kompetensi Kepribadian

Sebagai pendidik yang tugas utamanya mengajar memiliki kepribadian dan karakteristik yang baik sangat berpengaruh dalam keberhasilan proses kegiatan belajar. Kepribadian yang cerdas dari sosok guru akan memberikan teladan yang baik. Bertindak bagi anak didik maupun masyarakat sehingga guru akan tampil sebagai sosok yang dapat digugu dan ditiru. Menampilkan diri sebagai pribadi yang jujur, berakhlak mulia, teladan bagi peserta didik, dan msyarakat. Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, labil, dewasa, arif, dan berwibawa. Menunjukkan etos kerja, tanggung jawab yang tinggi, rasa bangga menjadi guru, dan rasa percaya diri serta menjunjung tinggi kode etik profesi guru.

Menguasai Kompetensi Sosial

Bertindak inklusif, bertindak objektif, serta tidak diskriminatif karena pertimbangan jenis kelamin, agama, ras, serta kondisi fisik, latar belakang keluarga, dan status sosial, ekonomi. Berkomunikasi secara efektif, empatik dan santun dengan sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua dan masyarakat. Beradaptasi di tempat bertugas di seluruh wilayah Republik Indonesia yang memiliki keragaman sosial budaya. Berkomunikasi dengan komunitas profesi sendiri dan tulisan atau bentuk lain.

Menguasai Kemampuan IT

Di era digitalisasi dewasa ini sudah tidak bisa dihindari lagi bahwa sebagai guru profesional harus melek IT, karena dewasa ini tidak ada yang tidak bersentuhan langsung dengan penggunaan IT dalam setiap aktifitasnya. Terlebih di masa pandemi covid-19 ini, dimana proses pembelajaran di sekolah masih belajar dari rumah secara online atau dilaksanakan secara daring. Tentu saja sebagai seorang guru professional harus mampu menggunakan berbagai aplikasi atau media pembelajaran secara mahir dan terampil. Sehingga, proses pembelajaran secara online dapat berjalan secara aktif, kreatif, inovatif dan menyenangkan.

Guru profesional adalah pendidik atau pengajar yang selalu siap atau bersedia belajar dan belajar, selalu berusaha untuk mengembangkan keprofesionalan dan kepribadiannya agar menjadi pengajar ataupun pendidik yang profesional berkarakter, sehingga menjadi guru yang lebih baik yang memiliki kemampuan dan kompetensi yang bisa diberikan kepada anak didik.(***)

Editor: Agus Salim

 45 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *