Connect with us

Hukum

Tak Menyangka TI Ditahan, Kuasa Hukum: Ini Kan Perdata

BANJARMASIN, RK – Badrul Ain Sanusi Al Afif, Kuasa Hukum (PH) mantan Direktur Utama (Dirut) PD Baramarta, Teguh Imanullah, tidak menyangka kliennya ditahan atas dugaan perbuatan pidana korupsi.

Kepada RK di Banjarmasin, Jumat (19/2/2020) sore, Badrul berpandangan perkara yang dituduhkan kepada kliennya sangat tidak tepat, sebab Teguh Imanullah (TI) hanya melakukan cash bon (terutang) kepada PD Baramarta atas pinjaman yang dilakukannya.

“Jadi kalau terkait pinjaman atau utang, artinya TI hanya melakukan perbuatan perdata, bukan pidana,” ujarnya.

Dijelaskan Badrul, dalam melakukan pinjaman dana perusahan, kliennya mengajukan melalui bendara, tercatat serta ada rincian dan laporannya.

“Kalau korupsi itu menggelapkan dana, atau menyelewengkan dana perusahaan tersebut. Kalau semua dilakukan secara transparan dan diketahui bendara, itu bukan korupsi,” tegasnya.

Namun demikian dirinya mengakui dana yang dipakai oleh kliennya berjumlah Rp 9 miliar lebih. Akan tetapi, sambungnya, kliennya sudah mempunyai itikad baik untuk mengembalikan dana itu.

“Klien saya sudah memiliki itikad baik untuk mengembalikan dana yang dipinjamnya, dengan melalui rapat direksi,” ungkapnya.

Ketika TI meminta digelar rapat direksi untuk membahas pinjamannya, beber Badrul, kliennya tidak diberi ruang untuk memberikan penjelasan dan klarifikasi.

“Sehingga tiba-tiba berujung ditahannya klien kami,” sebutnya.

Dirinya juga menyayangkan tindakan Kejaksaan Tinggi Kalsel begitu cepat melakukan penahanan terhadap TI. Semestinya, imbuh Badrul, konfirmasi terlebih dahulu kepada PH tersangka.

Bahkan sebelum tersangka dititipkan di LP (Lapas) Teluk Dalam Banjarmasin, sempat meminta kepada penyidik Kejati Kalsel untuk menunggu kuasa hukumnya (PH).

“Namun setelah saya tiba di Kejati dan ingin menemui penyidik, saya kaget ternyata klien kami sudah dibawa ke LP, padahal hanya beberapa menit. Ini yang saya sayangkan,” tukasnya.

Seperti diketahui, mantan Direktur Utama (Dirut) Perusahaan Daerah (PD) Baramarta, Teguh Imanullah resmi ditahan oleh Kejaksaan Tinggi Kalimantan Selatan atas dugaan tindak pidana korupsi yang menyebabkan terjadinya kerugian negara sebesar Rp 9,2 Miliar, Kamis (18/2/2021).

Status ditetapkannya TI sebagai tersangka setelah Kejati Kalsel melalui bidang tindak pidana khusus melakukan proses penyidikan, pemeriksaan saksi hingga mengumpulkan barang bukti yang dimulai pada tanggal 1 Februari 2021.

Maka pada hari Kamis,18 Februari 2021 Kejati Kalsel menetapkan TI sebagai tersangka atas dugaan penyalahgunaan dana kas perusahaan daerah PD Baramarta yang dilakukan dari 2017 hingga 2020 (masa jabatan TI sebagai Dirut). (rahman)

Editor: Agus Salim

 105 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *