Connect with us

Banjarmasin

Leding Tidak Normal, YLKI Minta PDAM Respons Keluhan Pelanggan

BANJARMASIN, RK – Keluhan warga terkait distribusi air leding Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Bandarmasih Kota Banjarmasin, memantik perhatian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Sekretaris YLKI Kalsel, Drs Anwar berpandangan, sangatlah wajar jika pelanggan PDAM menginginkan pelayanan yang terbaik.

Dirinya pun mengaku sangat kecewa terhadap kinerja PDAM Bandarmasih terkait pelayanan kepada masyarakat di Kota Banjarmasin.

“Argumentasi yang sering dikemukakan pihak PDAM bahwa gangguan distribusi air akibat terjadi kebocoran dan kerusakan pipa jaringan saluran air,” ujarnya.

Anwar berseloroh bahwa kerusakan pipa dan kropos yang terjadi karena tidak ada keberkahan.

“Saya hanya memberikan masukan kepada PDAM Bandarmasih, masyarakat Kalsel ini sangat agamis. Kalau sampai mereka tidak ridho, maka PDAM tidak akan berkah, mungkin ini salah satu juga yang mengakibatkan pipanya sering rusak dan keropos,” tuturnya.

Lebih jauh dia juga menyinggung tentang permasalahan penetapan aturan tarif dasar 10 kubik yang dibebankan kepada pelanggan. Padahal kata Anwar, September tahun lalu (2020) Pemko Banjarmasin berjanji akan mencabut kebijakan yang menjadi beban masyarakat tersebut.

“Namun kenyataannya sampai sekarang sepertinya masih berlaku, tidak ada perubahan, ini yang membuat masyarakat kecewa. Masa rumah kosong tetap dibebankan 10 kubik itu,” cetusnya.

Terkait laporan warga Kelurahan Mantuil Permai, adanya penurunan suplai air bersih yang terjadi kurang lebih 3 bulan terakhir, Anwar mengaku sudah melakukan komunikasi dengan pihak PDAM Bandarmasih.

Dijelaskan Anwar, pihak PDAM Bandarmasih mengakui pipa saluran air ke rumah pelanggan di wilayah Mantuil memang bermasalah.

“Kata Ibu Faridah dari PDAM Bandarmasih, wilayah Mantuil pipanya memang bermasalah, dan berjanji akan secepatnya ditanggulangi,” ucap Anwar.

Dirinya berharap, PDAM Bandarmasih agar mengganti pipa jaringan yang sudah aus, rusak. Menurutnya harus dilakukan peremajaan atau diganti yang baru.

Selain itu, dalam hal pengawasan harus ditingkatkan, jika ada distribusi air yang bermasalah agar secepatnya diperbaiki dan ditanggulangi.

“Jangan sampai PDAM sebagai instansi pelayanan publik yang sangat dibutuhkan masyarakat mencerminkan bukan sebagai pelayan masyarakat yang baik, bahkan menambah beban masyarakat,” tandasnya.(rahman)

Editor: Agus Salim

 524 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *