Connect with us

Ekonomi

Husna Merasa Terpanggil Menjadi Kader JKN

BARABAI, RK- Berawal dari keinginan membantu pemerintah dalam menyukseskan Program Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), Husna Hayati (27) terpanggil bergabung menjadi Kader JKN Kantor BPJS Kesehatan Cabang Barabai.

Kader JKN adalah mitra Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dalam memberikan informasi kepada masyarakat mengenai Program JKN-KIS. Khususnya dalam bidang penagihan atau pengumpulan iuran peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU).

Wanita yang akrab disapa Husna ini menceritakan awal mula menjadi Kader JKN karena dapat info dari rekannya yang sudah menjadi Kader terlebih dahulu di daerah lain yang kebetulan sama-sama menjadi seorang aparat desa.

Setelah diceritakan tugas dan benefit yang didapat, Husna mantap menjadi Kader kurang lebih 5 bulan yang lalu hingga saat ini. Suka duka dalam menjalankan tugasnya pun telah dialami ibu satu anak ini. Mulai dari yang antusias hingga kasarnya mulut pun tak jarang dihadapi.

“Kalau yang sampai nutup pintu Alhamdulillah belum pernah. Kalo yang teman-teman yang lain ada yang sampai seperti itu,” ucapnya, Rabu (05/02/2020) di Kantor BPJS Kesehatan Cabang Barabai.

Husna menilai, kendalanya terdapat pada kesadaran akan kewajiban peserta yang masih rendah. Bahkan ada yang tidak percaya kepesertaannya berlaku seumur hidup.

“Terkadang masyarakat beranggapan bahwa JKN-KIS ini disamakan dengan asuransi swasta yang bisa berhenti kapan saja, karena tidak percaya saya suruh saja datang sendiri ke Kantor BPJS Kesehatan Barabai,” katanya diakhiri dengan tawa.

Kader yang berteritori di Kecamatan Labuan Amas Selatan dan Kecamatan Barabai ini, juga telah menemui masyarakat dari berbagai latar belakang ekonomi. Husna mengatakan bahwa sejauh yang ia temui, kalangan dengan ekonomi menengah ke bawah jauh lebih welcome.

“Kalo ekonomi menengah ke atas agak lebih susah karena mereka beranggapan tidak pernah memakai dan cenderung lebih sulit untuk diedukasi,” keluh Husna.

Rata-rata masyarakat dengan ekonomi bawah tidak membayar karena memang terbentur dengan kondisi keuangan mereka, namun kesadarannya malah justru ada karena mereka juga sebagian besar sudah pernah mendapatkan manfaat dari JKN-KIS.

“Bahkan dari kalangan mereka ada yang minta dikunjungi lagi, barangkali saat dikunjungi selanjutnya sudah terkumpul uangnya,” jelas wanita asal Taal satu ini.

Namun, menurut Husna menjadi seorang Kader JKN merupakan panggilan hati yang tidak semua orang mau dan mampu untuk melakukannya. Kepuasan yang didapat jika orang-orang yang ia kunjungi menjadi paham tentang Program JKN-KIS dan komitmen untuk membayar iuran rutin tiap bulannya.

“Saya berharap kedepannya Program JKN-KIS akan selalu ada dalam memberikan kepastian jaminan kesehatan kepada masyarakat dan dapat memperbanyak jumlah Kader JKN agar masyarakat lebih teredukasi mengenai Program JKN-KIS,” tukasnya.(RILIS-BPJS-KESEHATAN)

 261 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *