Connect with us

Ekonomi

Perusahaan Swasta Diharapkan Lebih Dulu Dapat Gula Impor

BANJARMASIN, RK- Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menerbitkan persetujuan impor (PI) gula kristal mentah (GKM) sebanyak 438,8 ribu ton.

Terkait hal tersebut Ketua Asosiasi Gula Bersatu Kalsel H Aftahuddin berharap, pemerintah bisa memprioritaskan terlebih dahulu perusahaan pengolahan gula swasta untuk bisa mendapatkan jatah gula kristal mentah.

“Jadi kalau mereka diprioritaskan, kami pelaku distributor swasta juga mudah membelinya untuk memenuhi kebutuhan di Kalsel,” tegasnya, Senin (09/03/2020).

Saat ini untuk ditingkat distributor harga gula sudah mencapai Rp16.000 perkilo. Sedangkan ditingkat eceran Rp17.000 – Rp17.500 perkilo. Harga tersebut diakuinya cukup tinggi dan memberatkan masyarakat. Bahkan hampir menyentuh Rp18.000 perkilo sama seperti krisis gula yang terjadi di Kalsel 5 tahun silam.

Ketua Asosiasi Gula Bersatu Kalsel H Aftahuddin – Foto Arief

“Karena itulah kami berharap sektor swasta diprioritaskan lebih dulu ketimbang BUMN yang memiliki izin gula penugasan. Karena sektor swasta ini jauh lebih cepat menyalurkannya ketimbang BUMN, mengingat mereka memiliki jaringan distributor yang banyak,” ungkapnya.

Terkait stok gula yang ada di gudang distributor di Kalsel saat ini, jumlahnya diakuinya mencapai 500 ton. Angka tersebut jika nantinya ditambah dengan gula impor maka akan cukup untuk memenuhi kebutuhan gula hingga momen Ramadhan.

“Jadi masyarakat saya ingatkan untuk tidak melakukan aksi borong. Beli gula seperlunya saja, karena stok gula akan bertambah seiring masuknya pasokan gula impor secara bertahap di Kalsel,” tukasnya.(ar)

Editor: Agus Salim

Di Posting 09/03/2020 5:58 AM by Arief Syarkawie

 666 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *