Connect with us

Kalteng

Di Tengah Ancaman Karhutla, Bumdes Tumbang Nusa Berinovasi Hasilkan Sedotan Ramah Lingkungan

RAMAH LINGKUNGAN - Febrianti, Fasilitator Desa dari Lembaga Kemitraan, Badan Restorasi Gambut ( BRG) saat mendampingi masyarakat Tumbang Nusa membuat Sedotan Berbahan Tanaman Purun. ( Foto/IST)

PULANG PISAU, RK – Di tengah maraknya kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla), yang menghantam banyak wilayah di Pulang Pisau termasuk Desa Tumbang Nusa Kecamatan Jabiren Raya tahun 2019 lalu. Rupanya muncul ide hebat dari desa Tumbang Nusa. Mereka berinovasi, menciptakan Sedotan, produk ramah lingkungan berbahan tumbuhan jenis Purun.

Tanaman Purun memang selama ini dekat dengan masyarakat tumbang Nusa, hidup di daerah gambut tanaman ini kerap dijadikan olahan tikar atau topi untuk para peladang.

Diceritakan oleh Febrianti, Fasilitator Desa dari Lembaga Kemitraan, Badan Restorasi Gambut ( BRG). Awalnya mereka bersama pihak desa mencoba memunculkan produk lokal sebagai tambahan pendapatan masyarakat.

“Kita melihat di Youtobe pada daerah Vietnam ada sedotan yang dibuat dari tanaman Purun. Nah kita melihat jenis tanaman ini juga banyak tumbuh di Tumbang Nusa, namun saat itu harga jualnya masih rendah hanya tiga sampai 4 ribu per-ikat. Produksinya juga monoton sebatas tikar atau topi saja,” ungkap Febrianti.

Petak Sahep, nama brand sedotan dari Tanaman Purun yang di hasilkan Bumdes Harapan Kita Desa Tumbang Nusa. (Foto/ IST)

Kemudian atas dukungan Bumdes Harapan Kita, Desa Tumbang Nusa dikatakan Febri di sokong dana bantuan dari Lembaga Kemitraan, sekumpulan ibu-ibu di Tumbang Nusa mulai berkreasi membuat sedotan Purun dengan ukuran 24 sampai 35 cm sebanyak 100 sedotan yang dimasukan kedalam besek yang juga dari olahan Purun.

“Kelebihan sedotan ini dibanding sedotan plastik, yakni ramah lingkungan sebab sangat mudah terurai, kedua aman digunakan karena diolah secara alami tanpa pewarna dan pengawet serta bebas bakteri berdasarkan hasil uji lab,” terang Febrianti.

Jadi Andalan Usaha Desa

Kepala Desa Tumbang Nusa, Lily mengaku pembuatan Sedotan berbahan Tanaman Purun kini sudah menjadi andalan usaha Bumdes Harapan Kita Desa Tumbang Nusa dengan merek nama Petak Sahep yang artinya Tanah Gambut. Mampu menghasilkan 1000 pcs dalam sehari, omset dari pembuatan Sedotan tersebut capai jutaan rupiah perbulan.

Kepala Desa Tumbang Nusa Lily

” Kita jual di online dengan pangsa pasar Se- Indonesia. Kendalanya hanya pembuatannya saja yang agak lama karena masih manual. Berjalan sekitar 4 bulan, kita optimis permintaan akan terus meningkat seiring kebutuhan sedotan yang terbilang tinggi,” ungkap Kades Lily.

Jadi Percontohan Kampanye Pengurangan Sampah Plastik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) Pulang Pisau, Wartony mengaku mengapresiasi olahan sedotan berbahan tanaman Purun dari Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya- Pulang Pisau. Menurutnya inovasi tersebut sangat bermanfaat dalam mendukung kampanye pengurangan sampah plastik yang sedang di gelorakan pemerintah.

 

Kepala Dinas Lingkungan Hidup ( DLH ) Pulpis Wartony

“Kita tengah berperang melawan sampah saat ini, kebiasaan masyarakat yang masih suka memakai plastik dan suka membuang sampah sembarang. Nah hadirnya sedotan ramah lingkungan ini bisa jadi pemecah kebuntuan,karena bahannya yang mudah terurai. Kedepan perlu terus dikembangkan dan diperbanyak,” tukasnya. ( ds )

Editor : Arif Syarkawie

 313 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *