Connect with us

DPRD Kalsel

DPRD Kalsel Kecewa, RDP Tak Dihadiri APINDO

BANJARMASIN, RK – Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan menggelar rapat lanjutan dengar pendapat dengan Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Disnakertrans Provinsi Kalimantan Selatan, Ketua Bidang Sosial dan Ekonomi Gugus Tugas COVID-19 terkait permasalahan buruh dan pandemi COVID-19, dibuka Ketua DPRD Provinsi Kalsel DR (HC) H Supian HK MH, Senin (6/4/2020).

“Kita masih bisa melaksanakan rapat atau pertemuan dengan tetap menjaga jarak, sesuai anjuran pemerintah guna mencegah sekaligus menghindari penyebaran COVID-19,” ujar Supian HK MH.

Supian HK menambahkan, rapat lanjutan terkait aspirasi buruh seyogyanya menghadirkan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Provinsi Kalimantan Selatan, sehingga diharapkan bisa sharing urung rembuk terkait masalah ketenagakerjaan terutama dalam rangka menghadapi pandemi COVID-19.

Rapat sempat ditunda selama 10 (sepuluh) menit karena menunggu kehadiran dari pihak APINDO Provinsi Kalimantan Selatan.

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, M Lutfi Saifuddin, kecewa dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Provinsi Kalimantan Selatan karena ketidakhadiran mereka dalam rapat.

“Padahal tujuan rapat kerja ini, Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan ingin memediasi supaya pihak pengusaha maupun tenaga kerja tidak ada yang dirugikan,” tandasnya.

Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Selatan sudah melayangkan surat ke pihak (APINDO) Provinsi Kalimantan Selatan , namun pihak APINDO tidak memberikan konfirmasi tentang ketidakhadirannya.

“Terkesan APINDO tidak menghargai institusi DPRD Provinsi Kalimantan Selatan,” tambahnya.

Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalsel, Wahyudi Rahman SE MM  menambahkan pihaknya menunggu paling lambat Selasa 7 April, kepada Disnakertrans Provinsi Kalimantan Selatan yang didampingi gugus tugas bidang sosial dan ekonomi Provinsi Kalimantan Selatan untuk melakukan komunikasi kepada pihak APINDO, agar ada solusi supaya bisa duduk bersama apakah dengan menggunakan teleconference.

Sedangkan dari pihak gugus tugas Provinsi Kalimantan Selatan yang diwakili Heriansyah menyatakan secara menyeluruh penanganan COVID-19 di Provinsi Kalimantan Selatan lebih baik, khusus Banjarmasin 16 (enam belas) orang positif, namun kondisinya sudah stabil dan masih masa penyembuhan.

“Mereka ditangani langsung Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan RI, yang memang berwenang menangani hal tersebut,” ujarnya.

Salah satu perwakilan buruh Yoeyon Indiharto menyampaikan bahwa disaat Pandemi COVID-19 ini mereka harus tetap bekerja namun kesulitan dalam beberapa hal terutama mendapatkan masker dan sabun cuci tangan.(sar/rilis-dprd-kalsel)

Editor: Agus Salim

 

Di Posting 07/04/2020 2:35 AM by Agus Salim

 705 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *