Connect with us

Banjarmasin

Selama PSBB, Jam Malam Diberlakukan, Catat Waktunya

BANJARMASIN, RK – Lampu hijau telah didapat Pemkot Banjarmasin untuk melaksanakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang rencananya dimulai Jumat (24/4/2020).

Tak hanya melakukan pembatasan kegiatan, saat PSBB nanti juga diterapkan pembatasan waktu berkegiatan saat malam hari alias jam malam.

Sekretaris Polisi Pamong Praja (Pol PP) dan Damkar Banjarmasin Fahrurrazi mengatakan, saat PSBB diterapkan, juga diberlakukan jam malam.

“PSBB nanti diberlakukan jam malam mulai pukul 19.00 hingga 06.00 WITA. Pada jam itu masyarakat diminta tetap di rumah,” ucap Sekretaris Satuan Pol PP dan Damkar Banjarmasin Fahrurraji kepada Riliskalantan, Senin (20/4).

Sat Pol PP dan Damkar Banjarmasin akan menurunkan lebih 200 personil baik yang ditempatkan di Pos Batas Kota, bersifat mobile untuk memantau kegiatan masyarakat saat jam malam diberlakukan.

Meski begitu ,lanjutnya, pihaknya masih menunggu hasil rapat menyangkut petunjuk teknis (Juknis), apakah nantinya ada sanksi atau tidak bagi yang kedapatan keluyuran saat jam malam.

“Sementara ini hanya pendekatan komunikasi. Jika ada yang berkeliaran saat jam malam langsung kami temui dan diberikan penjelasan,” terangnya.

Untuk kegiatan perekonomian seperti warung makan, kios bensin, kios rokok, pedagang keliling, dan PKL yang jumlahnya sangat banyak, pihaknya masih belum bisa memastikan apakah akan dilarang saat jam malam nanti.

“Kami masih menunggu arahan dari atasan. Yang jelas jam malam ditujukan untuk mengurangi aktivitas masyarakat saat malam hari,” bebernya.

Terpisah, Anggota DPRD Banjarmasin Sukrowardi M.AP meminta agar masyarakat tidak usah panik dengan yang namanya PSBB.

Pemerintah, lanjut vokalis DPRD Banjarmasin ini, tentu sudah mempersiapkan dan memikirkan hal apa saja yang harus dilakukan, untuk menjaga kondusivitas dan keamanan selama PSBB diterapkan.

“Sangat penting bagi kita semua mematuhi arahan pemerintah. Mari kita sama-sama berjuang melawan Corona. Tujuan PSBB sudah sangat jelas, memutus mata rantai penyebaran Corona dengan masa inkubasi terpanjang selama 14 hari,” kata Sukro.

Sukrowardi juga mengatakan, sering diminta masukan oleh Gubernur Kalsel bagaimana cara tepat mengatasi wabah Corona di Kalsel agar tidak terus meluas seperi saat ini.

“Ini sudah sangat serius karena dari hari kehari jumlah positif meningkat. Di Kalimantan, Kalsel paling tinggi kasus positif Corona. PSBB pilihan tepat dan mau tidak mau harus diambil pemerinta,” terangnya.

Lebih jauh Sukro sapaan akrabnya mengatakan, DPRD Banjarmasin terus berkoordinasi dengan Tim Gugus Tugas Penanganan Covid – 19 Banjarmasin, terkait kesiapan logistik dan penanganan warga miskin selama PSBB.

“Pemkot Banjarmasin sudah mempersiapkan segala sesuatunya selama PSBB. Ada 40 ribu lebih warga tidak mampu yang mendapat bantuan. Tinggal tugas kita menjaga situasi tetap aman dan kondusif selama PSBB,” tutupnya. (hdr)

Editor: Sandi Firly

Di Posting 21/04/2020 3:59 AM by Sandi Firly

 837 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *