Connect with us

Kalteng

Di Tengah Wabah Corona, Peri Borneo Produksi Karya Lewat Konten Youtobe

BAND AKUSTIK ETNIK - Komposisi Peri Borneo, yakni Ricky (gitar), Ayi (bass) kiky (drum), A'ad (kenong/Rabab), Anip (vocal/kecapi/suling), Dede (perkusi) dan Indra (vocal) hadirkan lagu dengan tema Cinta Daerah.

PULANG PISAU, RK – Meski wabah Covid-19 tengah mengancam berbagai wilayah di Indonesia, termasuk salah satunya kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah. Tidak mengurangi kreatifitas Peri Borneo, group band bergenre band akustik etnik untuk menghasilkan karyanya. Baru-baru ini sebuah single berjudul Handep Hapakat berhasil mereka produksi, bahkan bisa dinikmati pecinta music melalui media YouTube dengan judul yang sama.

Dede Stevanus, salah satu pentolan Peri Borneo kepada media ini menjelaskan jika lagu Handep Hapakat mengandung lirik yang syarat akan ajakan membangun daerah, sama seperti motto Pulang Pisau Handep Hapakat yang artinya gotong royong lagu tersebut diharapkan mampu menggugah anak-anak muda di Pulang Pisau untuk ikut berpartisipasi pada daerah dengan talenta yang dimiliki.

“Sebenarnya lirik lagu ini sudah sejak satu tahun yang lalu kami buat, namun beberapa kali mengalami aransemen untuk menyesuaikan selera agar bisa di terima anak muda. Kita juga menggaet maestro lagu daerah Palupi, untuk penyempurnaan lirik sehingga akhirnya disepakati seperti yang sudah kami launching melalui Youtobe,” Ujar Dede Stevanus, seniman serba bisa asal Pulang Pisau ini.

Dede Stevanus, Salah satu satu Pentolan Band Akustik Etnik “Peri Borneo”

Masih dikatakan Dede, selain full berbahasa daerah (dayak ngaju), alat musik yang dipakai juga menggabungkan musik modern dengan sentuhan musik tradisional, sehingga dirinya optimis lagu tersebut mampu menjadi alternatif hiburan bagi masyarakat. Untuk komposisi Peri Borneo, terdiri dari Ricky (gitar), Ayi (bass) kiky (drum), A’ad (kenong/Rabab), Anip (vocal/kecapi/suling), Dede (perkusi) dan Indra (vocal).

“ Untuk anggota band Akustik terdiri dari anak-anak muda dengan latar belakang pekerjaan yang berbeda namun memiliki bakat dan hobby yang sama di musik etnik. Dengan bendera Peri borneo kita sudah beberapa kali mengikuti festival hingga menjadi tamu untuk menghadirkan lagu-lagu kita, harapan kami semoga kecintaan anak muda pada music terutama etnik bisa terus tumbuh,” ungkap Dede.

Mendapat Apresiasi Seniman Sepuh

Munculnya Peri Borneo dengan lagu Handep Hakapat mendapat sambutan hangat dari seniman sepuh Pulang Pisau Mining Syahdan. Laki-laki berusia 80 tahun ini berharap kesenian daerah dengan unsur etnik bisa terus eksis dalam melawan zaman. Menurut maestro seni karungut ini, ketika dirinya masih muda dulu kesenian seperti karungut dan Deder sempat menjadi seni pertunjukan dengan prestise tinggi, yaitu suguhan kesenian hanya bisa dinikmati oleh kalangan menengah semacam pejabat atau bangsawan.

Mining Syahdan, Seniman Sepuh Pulang Pisau.

“Namun sekarang berubah dan bukan zamannya lagi. Anak-anak muda kiblatnya mulai bergeser menyukai aliran music barat. Inilah tantangan yang dihadapi Peri Borneo, tapi kita salut mereka bisa membaca arah. Nah sekarang tinggal dukungan dari pemerintah daerah atau pihak-pihak yang punya kuasa untuk memberi mereka panggung, sama seperti music lain yang juga diberikan kesempatan.” Ungkap Syahdan. ( ds )

Editor :  Arif Syarkawie

 117 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *