Connect with us

Hulu Sungai Tengah

Pimpinan Ponpes Berharap Kegiatan Belajar Mengajar Kembali Normal

BARABAI, RK – Pimpinan Ponpes Almansur Kabupaten Hulu Sungai Tengah, meminta kepada Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah menerbitkan kebijakan agar proses belajar mengajar di Ponpes bisa dilaksanakan normal atau tidak lagi santri belajar dari rumah.

Sebab, selama hampir 3 bulan menjalani pembelajaran di rumah, para santri terkendala harus menghapal Alquran dari rumah, sehingga tidak bisa setor hapalan quran seperti saat pembelajaran normal.

“Selain itu banyak kerugian selama pembelajaran di rumah, termasuk ekonomi. Semoga kami diberi izin untuk mulai pembelajaran normal dan menjadi berkah bagi Kabupaten HST,” ujar perwakilan Ponpes Almansur.

Bupati HST, HS Chairansyah menyambut baik dan memberikan apresiasi atas usulan perwakilan Pimpinan Ponpes di Kabupaten HST.

Hanya saja, jelas Chairansyah, Pemkab HST belum dapat memastikan apakah usulan tersebut bisa direalisasikan karena tergantung apakah kasus Covid-19 mengalami peningkatan atau nanti mulai melandai.

“Bila  masih ada peningkatan pasien Covid-19 pada Juli mendatang, kami menganjurkan sementara tetap meliburkan dan menunda dulu dimulainya proses pembelajaran sampai ada penurunan. Namun bila tetap juga dilakukan pembelajaran maka pelaksanaannya harus mengikuti protokol kesehatan dengan ketat, untuk menghindari penularan Covid-19 di Ponpes,” ujar Chairansyah.

Dia juga mengharapkan peran para ulama ikut mensosialikan kepada masyarakat dan para santri meliputi tetap pakai masker, jaga jarak, sesering mungkin lakukan cuci tangan pakai sabun.

Pada kesempatan tersebut Sekda Kabupaten HST, H Ahmad Tamzil juga menyampaikan di HST saat ini semakin bertambah yang positif Covid-19, maka persoalan yang dihadapi sangatlah sulit.

“Mudah-mudahan semua pondok pesantren yang ada di Kabupaten HST bisa memulai pembelajaran normal pada Juli nanti,” harapnya.

Di sisi lain Bupati HA Chairansyah yang didampingi Wakil Bupati Berry Nahdian Forqan, Sekda HST H Ahmad Tamzil bersama Forkopimda menyampaikan saat ini semua pihak menghadapi cobaan berat dengan adanya pandemi Covid-19. Karena berpengaruh terhadap perekonomian dan pendapatan masyarakat  di Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

“Kita ketahui bersama kondisi saat ini perkembangan covid-19 di Kalimantan Selatan masih ada peningkatan, termasuk di HST mengalami kenaikan  jumlah angka penderitaan Covid-19,” beber Chairansyah.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan, drg H Kusudiarto, melaporkan data yang diambil melalui survey awal Juni 2020 bahwa sosial distancing 41,8 % masyarakat masih ada berkumpul-kumpul, berdasarkan survey mulai bulan Juni dari 80% menjadi 78 % pemakaian masker. Jadi ada penurunan, 78,9 % kepemilikan sarana CTPS.

“Berdasarkan data tersebut menunjukkan HST masih ada potensi kenaikan kasus Covid-19 sehingga perlu ada kebijakan dan ketegasan tentang pemakaian masker, penyediaan sarana CTPS maupun physical distancing,” sebutnya.(ary)

Editor: Agus Salim

 114 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *