Connect with us

Banjarmasin

Sudah Lama Diusulkan, Banjarmasin Belum Punya PCR

BANJARMASIN, RK – Peralatan penanganan virus Corona (covid-19) berupa alat uji spesimen tes cepat Polymerase Chain Reaction (PCR) masih sangat terbatas.

Di Kalsel hingga saat ini hanya mengandalkan tiga unit PCR, yang melayani tes uji Swab untuk ribuan pasien yang sebelumnya dinyatakan reaktif setelah menjalani Rapid Tes.

Pemkot Banjarmasin terpaksa menghentikan Swab massal dikarenakan hasil tes ribuan pasien yang sebelumnya sudah diswab belum keluar, karena terbatasnya sumber daya dan peralatan PCR.

Walikota Banjarmasin Ibnu Sina sempat mengutarakan keinginannya memiliki alat PCR sendiri agar penanganan Covid 19 bisa lebih cepat.

“Saat ini kita hanya mengandalkan 3 unit PCR milik Pemprov Kalsel. Alat itu juga melayani permintaan tes dari Kalteng,” kata Ibnu Sina.

Sementara itu, Juru Bicara Tim Gugus Tugas Covid-19 Machli Riyadi menjelaskan, idealnya sebagai ibukota Kalsel, Banjarmasin memiliki alat PCR untuk mempercepat hasil spesimen dan penanganan reaktif Rapid Tes.

Hanya saja, lanjutnya, selain harga PCR yang sangat mahal berkisar Rp 4,5 miliar, juga harus didukung Sember Daya Manusia (SDM) yang andal, mengingat alat PCR termasuk alat canggih yang tidak semua orang mampu mengoperasikannya.

“Kita masih usahakan PCR. Memang alatnya sangat mahal. Selain itu harus ada SDM yang harus kita siapkan,” terangnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPRD Banjarmasin H M Yamin mendukung penuh keinginan Walikota Ibnu Sina menggelontorkan anggaran untuk memiliki PCR.

“Idealnya memang dari dulu kita sudah memiliki PCR. Ini untuk mempercepat penanganan Covid 19,” terangnya.

Yamin sebelumnya pernah mengusulkan agar Pemkot Banjarmasin lebih terarah dalam penanganan Covid 19, salah satunya wajib memiliki peralatan medis sendiri.

“Dari dulu saya sudah usulkan unit PCR jauh lebih dibutuhkan daripada Rapid Tes. Jika Pemkot punya keinginan membeli PCR, kami sangat mendukung, agar penanganan lebih cepat,” tutupnya. (hdr)

Editor: Sandi Firly

 159 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *