Connect with us

Ekonomi

Bermimpi Bawa Kain Sasirangan ke Pameran Internasional Bersama Pertamina

KETERTARIKAN Sandi Agustinus terhadap kain sasirangan dimulai saat dirinya aktif menjadi model sewaktu masih berstatus pelajar di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Banjarmasin.

Seringnya memakai kostum berbahan sasirangan dalam berbagai pentas modeling, menjadikan Sandi sapaan akrabnya tidak hanya banyak mengoleksi kain sasirangan, namun juga mulai tertarik ingin membuatnya sendiri dengan motif costum sesuai keinginannya.

Untuk bisa mewujudkan hal itu, pada tahun 2016 lalu Sandi mulai mencari tahu tentang tata cara pembuatan kain sasirangan. Bahkan dirinya rutin mengunjungi berbagai tempat pengrajin kain sasirangan di Kota Banjarmasin untuk belajar supaya bisa membuat kain sasirangan sendiri.

“Tapi ternyata hal tersebut tidaklah gampang, beberapa pengrajin yang saya temui tidak mau mengajarkan saya cara membuat kain sasirangan. Ada yang mau tapi saya harus membayar mahal, itu pun ia mengajarkannya tidak sesuai dengan harapan,” kenang lelaki kelahiran Kediri, 28 Agustus 1995 itu.

Tidak patah semangat Sandi terus berupaya mencari pengrajin sasirangan yang mau dan sungguh-sungguh memberikan ilmu dan keterampilan kepadanya. Usahanya membuahkan hasil, dirinya dipertemukan dengan Ibnu seorang pengrajin kain sasirangan berbahan pewarna alam.

“Melalui Ibnu saya diajarkan proses pembuatan kain sasirangan sampai selesai dengan pewarna alam. Tidak berhenti sampai disitu, Ibnu juga membantu saya untuk mencarikan temannya yang pengrajin kain sasirangan berbahan kimia agar saya bisa belajar,” katanya.

Setelah merasa bisa membuat kain sasirangan secara mandiri, mulailah Sandi memproduksi kain sasirangannya sendiri dengan label Kantan Sasirangan.

Agar produknya semakin digemari masyarakat, Sandi pun tidak hanya membuat kain sasirangan saja, tapi juga diolahnya menjadi aneka produk pakaian, mulai dari baju kaos, jaket, baju pesta dan perkawinan hingga baju untuk kegiatan formal.

Supaya masyarakat semakin mudah menemukan aneka produk berbahan kain sasirangan dengan label Kantan Sasirangan, Sandi pun tidak hanya menitip produknya ke tempat oleh-oleh dan mengikuti kegiatan pameran, namun juga membuka outlet sendiri di garasi rumahnya yang ada di Jl Sultan Adam Komplek Kadar Permai 6 NO 98 RT 16 Kelurahan Sungai Miai Kecamatan Banjarmasin Utara Kota Banjarmasin Provinsi Kalsel.

Selain itu dirinya juga memanfaatkan penjualan secara online dengan menjualnya melalui media sosial hingga bergabung di marketplace terkenal di Indonesia untuk membuka lapak dagangannya.

“Bahkan kini saya juga mulai membuat aneka produk tas berbahan dasar purun. Agar lebih menarik tas purun juga saya kombinasikan dengan kain sasirangan,” tambah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Lambung Mangkurat (ULM) tersebut.

Terkait omset usaha yang dimiliknya kini diakuinya sudah menembus diangka belasan juta rupiah perbulan dengan rata-rata produksi kain sasirangan mencapai puluhan buah perharinya. Ada pun untuk pegawai yang dipekerjakannya baik yang rutin maupun perproyek mencapai belasan orang.

“Namun sejak pandemi ini omset usaha memang turun hingga 50 persen lebih. Tapi sudah dua bulan terakhir mulai kembali menanjak seiring dengan aktivitas ekonomi yang dibuka kembali di era adaptasi kebiasaan baru,” jelasnya.

Dapat Tambahan Modal Usaha Dari Pertamina Melalui Program PKBL

Berawal dari mengikuti kegiatan sosialisasi program kemitraan dan pelatihan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kalsel Tahun 2019 yang digelar oleh Forum Wartawan Ekonomi (FWE) Kalsel bekerjasama dengan Pertamina MOR VI Wilayah Kalimantan, Owner Kantan Sandi Agustinus mengaku tertarik menjadi UMKM binaan PT Pertamina (Persero) melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL).

Dibantu oleh Rumah Kreatif BUMN Banjarmasin, tidak perlu waktu lama bagi dirinya untuk bisa mendapatkan bantuan modal untuk pengembangan usaha sebesar Rp25 Juta dari PT Pertamina (Persero).

“Dalam proses menjadi UMKM binaan Pertamina saya dibimbing oleh Tim Pertamina dengan tulus dan profesional, mulai dari mengisi dokumen, survey sampai proses pencairan. Karena dibantu oleh mereka pencairan modal usahanya hanya memakan waktu 1 bulan lebih,” ungkapnya.

Bahkan kini tidak hanya modal usaha yang didapatnya, Sandi juga rutin diberikan kesempatan untuk mengikuti berbagai seminar wirausaha dengan sistem daring yang dilaksanakan oleh PT Pertamina (Persero) kepada UMKM mitra binaan mereka.

“Dalam beberapa kesempatan saya juga didaulat oleh Pertamina untuk menjadi pembicara. Hal ini tentunya menjadi sebuah pengalaman berharga bagi saya,” tuturnya.

Kedepan bersama PT Pertamina (Persero) dirinya berharap juga bisa diberikan kesempatan untuk memamerkan aneka kain dan produk jadi berbahan sasirangan miliknya di pameran internasional.

Untuk bisa mewujudkan mimpi tersebut dirinya pun rutin mendorong peningkatan kualitas produk serta membuat desain-desain kain dan pakaian baru dengan mengusung konsep kontemporer.

“Belum lama tadi produk Kantan Sasirangan juga pernah ditampilkan di Indonesia Fashion Week. Hal ini tentunya menjadi sebuah kebanggaan sekaligus semangat bagi saya untuk bisa mewujudkan mimpi agar kedepannya dapat memamerkan produk Kantan Sasirangan di Pameran Internasional bersama Pertamina,” tegasnya.

Pertamina Sudah Salurkan Pinjaman Modal Sebesar Rp2,5 Miliar

Upaya PT Pertamina (Persero) untuk dapat ikut mendorong geliat ekonomi melalui UMKM terus dibuktikan. Salah satunya dengan membantu penambahan modal usaha bagi UMKM yang menjadi mitra PT Pertamina (Persero) melalui program PKBL.

Region Manager Comm Rel & CSR Kalimantan Roberth MV Dumatubun bahkan mengklaim, untuk tahun 2020 saja PT Pertamina (Persero) telah menyalurkan Rp12,5 Miliar pinjaman modal usaha kepada pelaku UMKM yang tersebar di seluruh provinsi di Kalimantan, dengan rincian per sektor adalah sektor perdagangan sebesar Rp5,2 Miliar, sektor industri Rp2,9 Miliar, sektor jasa Rp3,8 Miliar, peternakan Rp310 juta dan perkebunan Rp347 juta.

Selain pinjaman modal usaha, PT Pertamina (Persero) juga memberikan pembinaan demi keberlanjutan dan perkembangan usaha UMKM yang sudah menjadi mitra binaan, baik dengan pelatihan, pameran hingga workshop kegiatan. Salah satu kegiatan pembinaan yang telah berlangsung di 2020 adalah kegiatan Pertamina SMEXPO 2020 yang diadakan bulan September 2020 sebagai ajang pameran dan pelatihan UMKM yang dijalankan secara virtual.

“Tujuan pemberian dana Program Kemitraan  yaitu agar meningkatkan kemampuan UMKM dalam berusaha dalam bentuk pinjaman dana bergulir. Apalagi ditengah pandemik Covid 19 ini, banyak UMKM yang terdampak dan memerlukan suntikan modal untuk mulai bangkit dan menata usahanya,” tegasnya.

Pinjaman modal usaha sendiri merupakan salah satu bentuk tanggung jawab sosial lingkungan PT Pertamina (Persero) kepada masyarakat sekitar. Program Kemitraan sendiri sudah ada sejak tahun 1993 yang merupakan mandat dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang wajib dilaksanakan oleh seluruh BUMN yang ada di Indonesia.

Sementara itu, Integrated Fuel Terminal Manager Banjarmasin F Moris Wunglubelen menambahkan, selain program PKBL untuk membantu UMKM, PT Pertamina (Persero) juga konsisten memberikan program Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membantu pelestarian lingkungan, salah satunya konservasi lahan basah di Pulau Curiak Kabupaten Barito Kuala.

Upaya pelestarian konservasi lahan basah sendiri selain untuk menjaga ekosistem tumbuhan disana, juga untuk menjaga keberlangsungan satwa yang menjadi icon Provinsi Kalsel, yaitu bekantan.

“Dengan segala upaya yang kita lakukan tadi, alhamdulillah kita mendapatkan CSR Award 2020 untuk kategori nusantara. Penghargaan ini boleh dibilang sangat bergengsi dan menjadi salah satu kebanggan kami di Tahun 2020 ini,” pungkasnya.(ar)

Editor: Agus Salim

 192 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *