Connect with us

Seni Budaya

Film Nyai Undang, Upaya Pemkab Kapuas Angkat dan Lestarikan Budaya Lokal

KAPUAS, RK- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kapuas punya komitmen yang besar dalam melestarikan dan menyebarluaskan budaya lokalnya. Salah satunya dengan mengangkat situs Nyai Undang yang berada di Kecamatan Bataguh untuk dibuat menjadi film.

“Alasan kami memilih situs Nyai Undang karena ini merupakan salah satu kebanggaan masyarakat Kabupaten Kapuas, karena cerita ini sudah meluas kemana-mana. Untuk itulah melalui pembuatan film ini, Pemkab Kapuas berupaya dalam melestarikan dan menyebarluaskannya kepada masyarakat,” jelas Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga Kapuas H Suparman saat memulai syuting perdana, Sabtu (12/12/2020).

Kegiatan pembuatan film ini mengacu kepada cerita yang ditulis oleh tokoh-tokoh masyarakat di Kabupaten Kapuas dan juga hasil penelitian survey dari dunia akademisi.

“Alur  cerita Nyai Undang ini kami dapatkan dari beberapa sumber, diantaranya dari buku yang berjudul The Lost City yang bercerita tentang Nyai Undang dan kami juga mendengarkan cerita-cerita dari tokoh masyarakat, yang mana kita padukan keduanya,” tuturnya.

Untuk pemerannya sendiri, Pemkab Kapuas melalui Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga telah mengadakan casting dengan dewan juri yang handal di bidangnya dari Kota Banjarmasin. Selain itu pihaknya juga juga menggunakan SDM yang ada, yaitu Putra Putri Pariwisata Kabupaten Kapuas serta juga mengajak sanggar-sanggar tari di Kabupaten Kapuas.

“Hingga saat ini perkembangan dari pembuatan film ini sudah mulai memasuki tahap produksi yang mana sebelumnya telah dilakukan survey lapangan untuk lokasi perekaman, yaitu pertama di lokasi situs Nyai Undang di Kecamatan Bataguh dan kemudian di lokasi syuting selanjutnya yang berada di Rumah Betang Manggatang Utus di Sungai Pasah,” tambahnya.

Melalui pembuatan film ini diharapkan selain melestarikan budaya, juga dapat dijadikan sebagai pioner bagi generasi muda yang berbakat dalam hal sinematografi film.

“Agar mereka dapat termotivasi, kemudian juga kita ingin melalui film Nyai Undang ini dapat mengangkat sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Kapuas sehingga diketahui masyarakat luas,” ungkapnya.

Pembuatan film yang diperkirakan memakan waktu kurang lebih tiga bulan ini, rencananya akan ditampilkan di acara HUT Kabupaten Kapuas nantinya pada bulan Maret Tahun 2021 yang akan disaksikan masyarakat Kabupaten Kapuas.

“Kenapa situs Nyai Undang ini yang diangkat, karena mempunyai nilai sejarah yang luar biasa, yakni yang bisa memberi semangat kepada generasi muda bahwa Kabupaten Kapuas juga mempunyai seorang tokoh wanita yang bisa djadikan penyemangat dan sebagai simbol emansipasi wanita dalam hal perjuangan,” pungkasnya.(rilis)

 552 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *