Connect with us

DPRD Kota Banjarmasin

Dapat Rekomendasi, Tapi Klinik dan Rumah Sakit Belum Bisa Layani Rapid Antigen

BANJARMASIN, RK- Dinas Kesehatan mengeluarkan surat rekomendasi kepada rumah sakit dan klinik yang bisa melayani Rapid Antigen.

Rumah sakit dan klinik yang mendapat rekomendasi melakukan Rapid Antigen, seperti RS Bhayangkara, Suaka Insan, KIA Anissa, dr R Soeharsono, Sari Mulia, Bedah Siaga, Islam Banjarmasin. Kemudian klinik Jelita, Citra Sehat Utama, Abdi Persada, An Nur, Kinibalu, Tirta Medika Center, Panasea, Alesha, Firdaus, dan Laboratorium Medrin.

Namun, ada klinik dan rumah sakit yang diberikan rekomendasi belum bisa melayani Rapid Antigen, lantaran ketiadaan alat, SDM, dan klinik.

Wakil Ketua Komisi IV DPRD Banjarmasin Zainal Hakim meminta agar klinik dan rumah sakit yang mendapat rekomendasi benar-benar komitmen dengan menjaga kemampuan alat, SDM, termasuk waktu pelayanan yang minimal setiap hari. “Jangan hanya waktu tertentu,” katanya.

Kemudian paling penting, kata politisi PKB ini, hasil Rapid Antigen yang dikeluarkan dapat dipertanggungjawabkan. “Jangan sampai hanya karena keteledoran hasil Rapid Antigen, malah memicu klaster baru,” tegasnya.

Ia meminta Dinas Kesehatan jemput bola atau melakukan verifikasi sebelum memberikan rekomendasi. Serta terbuka dan memberikan seluasnya kepada klinik atau rumah sakit mana pun, yang mau meminta rekomendasi penyedia jasa Rapid Antigen.

“Asalkan benar-benar menunjukkan kesiapan, baik peralatan, SDM, punya ruangan khusus, dan pro aktif komunikasi dengan dinas, juga klinik atau rumah sakit yang bersangkutan status izinnya masih berlaku atau tidak kedaluarsa,” katanya.

Ia mengingatkan, jangan asal minta rekomendasi. “Jangan hanya lisan, tapi memang betul-betul siap peralatan dan segala macam. Jangan sampai sudah dapat rekomendasi malah tidak siap, dan menyebabkan warga jadi bolak-balik,” tegasnya.

Berkenaan untuk PMI, kata dia, tidak dapat rekomendasi pelayanan rapid antigen, karena terkendala Permenkes Nomor 24 tahun 1983. Dalam aturan itu, PMI disebutkan hanya melayani transfusi darah dan kegiatannya sifatnya sosial bukan untuk bisnis.

“Kecuali PMI punya laboratorium dan klinik khusus dengan izin tersendiri untuk layanan Rapid Antigen, seperti di Semarang,” ujarnya.(Hendra)

Editor : Andi

Di Posting 05/01/2021 1:37 PM by Andi

 734 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *