Connect with us

Lifestyle

Awas! Klaster Baru Covid-19 saat Penanganan Korban Banjir

MARTAPURA, RK – Musibah banjir di saat pandemi covid-19, tentu berbeda penanganannya. Niat pemerintah untuk antisipasi klaster baru covid-19 dengan tes swas massal, mendapatkan dukungan dari Anggota DPR RI Syaifullah Tamliha SPi dan Anggota DPRD Kabupaten Banjar Soraya SH.

Pengungsian yang dilakukan warga terdampak banjir telah menimbulkan kerumunan dan terabaikannya protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah terpapar covid-19.

Tidak hanya pengungsi yang perlu dilakukan tes swab tapi para relawan juga tidak luput dari perhatian.

Menteri Ekonomi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy ketika mengunjungi korban terdampak banjir di Kota Banjarbaru dan Kabupaten Banjar, memberikan isyarat akan dilakukan tes swab terhadap pengungsi dan relawan.

Pengungsian berpotensi menciptakan munculnya klaster baru covid-19. Mencegahnya, pemerintah perlu melakukan sejumlah upaya, diantaranya menggelar tes swab massal.

Mengapa relawan juga perlu tes swab? Dikatakan Muhadjir, relawan perlu tes swab agar ketika masuk ke tempat penampungan pengungsi, dipastikan mereka sudah betul-betul sehat.

Ada tiga titik pengungsian dikunjungi Menko Bidang PMK, Kamis (21/1/2021) lalu. Balai Besar Pendidikan dan Pelatihan Kesejahteran Sosial (BBPPKS) Banjarbaru, Stadion Demang Lehman Martapura, Puskesmas Sungai Tabuk.

Anggota DPR RI Syaifullah Tamliha melalui akun facebook, tampak memberikan dukungan atas  dilakukannya tes swab massal agar tidak muncul klaster baru covid-19.

Ada empat poin disampaikan legislator Senayan ini. Pertama, buat data valid para pengungsi banjir. Kemudian, berikan makanan yang cukup dan bergizi. Berikan pakaian layak. Juga dibagikannya masker dan sabun kepada para pengungsi.

Dihubungi secara terpisah, Anggota DPRD Kabupaten Banjar Soraya menyatakan, ia turut memberikan dukungan adanya tes swab untuk para pengungsi.

“Kita tidak ingin ada muncul klaster baru. Kita hadapi ini musibah banjir dan covid-19 yang belum usai,” katanya.

Sedangkan dibutuhkan para relawan adalah kondisi tetap prima dan fit, dengan dibagikannya vitamin untuk obat daya tahan tubuh.

“Tentunya, marilah kita sama-sama tetap mematuhi protokol kesehatan, mencuci tangan dengan sabun, pakai masker dan jaga jarak dengan menghindari kerumunan,” ucapnya, yang baru saja bersama Brigjen Yustan Alpiani dan rombongan mengunjungi warga terdampak banjir di Sungai Tabuk.(rls)

Editor: Agus Salim

 

 204 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *