Connect with us

Hukum

Penipuan Beasiswa Mengatasnamakan Guru SMK 3, Ini Jawaban Pihak Sekolah

BANJARMANSIN RK – Akhirnya pihak sekolah buka suara, atas terjadinya penipuan melalui via telepon yang ditujukan kepada orang tua siswa dengan modus mendapatkan beasiswa mengatasnamakan Kepala Sekolah SMK 3 Banjarmasin 11 hari yang telah lewat.

Operator SMK 3 Banjarmasin, bernama Anwar ketika dikonfirmasi media ini, beberapa hari telah lewat di Banjarmasin, membantah penipuan secara online itu dilakukan Kepala Sekolah.

“Kami tidak pernah mempunyai program beasiswa apalagi secara online, apalagi mengatasnamakan Kepala Sekolah, itu tidak benar,” cetus Anwar.

Bukan hanya atas nama Kepala Sekolah, namanya pun sempat digunakan untuk mengelabui korban yang diketahui bernama Mulyadi, orang tua dari Aulia Rahman, murid kelas 12 SMK 3 Banjarmasin.

“Iya pak, kejadian kemarin, penelpon mengatasnamakan  Kepala Sekolah dan saya sendiri sebagai operator,” ungkapnya.

Ternyata, modus penipuan beasiswa ini tidak hanya sekali terjadi, akan tetapi sambung Anwar, pada tahun 2019 dan 2020 pernah beberapa orang tua siswa mengadu ke pihak sekolah, disebabkan mereka kerap menerima telepon menawarkan beasiswa.

“Akan tetapi waktu itu tidak ada korban, hanya kali ini ada korban,” ucapnya.

Mengantisipasi hal tersebut agar belakangan hari tidak ada orang tua siswa yang menjadi korban, pihak sekolah sesering mungkin mengingatkan dan mengimbau kepada orang tua tentang maraknya penipuan secara online untuk berhati-hati.

“Kami juga sudah melaporkan permasalahan ini kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalsel, dan terus mengimbau orang tua siswa agar tidak mudah percaya terhadap penelpon yang menawarkan beasiswa,” imbaunya.

Anwar menerangkan, saat ini pihak sekolah dalam memberikan bantuan secara finansial kepada siswa yang memiliki kriteria keluarga tidak mampu namun tergolong pintar, hanya melalui Kartu Indonedia Pinter(KIP)

“Hanya itu program dari pusat, kalau beasiswa selain KIP itu tidak ada dan bukan tanggung jawab kami jika terjadi hal-hal seperti tadi,” tukasnya.

Diketahui sebelumnya, Rabu (17/2/2021) pukul 15.00 Wita, Mulyadi yang saat itu berada di Polsek Banjarmasin Timur melaporkan kejadian yang dialaminya, Mulyadi, seorang pekerja swasta ini menceritakan, anaknya bernama Aulia Rahman bersekolah di SMK 3 jurusan multimedia kelas 12 ini mendapatkan telepon dari seseorang yang mengaku dari pihak sekolah.

Seorang wiraswastawan ini menceritakan, awalnya anaknya, Aulia Rahman bersekolah di SMK 3 jurusan multimedia kelas 12 ini mendapatkan telepon dari seseorang yang mengaku dari pihak sekolah.

“Kata anak saya, orang itu memberitahukan bahwa dirinya mendapatkan beasiswa,” ujarnya.

Lalu, lanjutnya, anaknya memberitahukan kepada Mulyadi, dan kemudian terjadilah komunikasi antara Mulyadi dengan pelaku.

“Saya kemudian digiring menuju ATM, dan disuruh register mengisi semacam data diri, sembari orang itu menanyakan saldo di rekening saya, setelah saya cek saldonya ternyata berkurang Rp 3 juta,” ujarnya.

Padahal, lanjut Mulyadi, dia sama sekali tidak menekan menu transfer pada ATM, malah bisa berkurang saldo di tabungan Bank BNI miliknya. Merasa curiga ini adalah penipuan, Mulyadi langsung mendatangi pihak sekolah SMK 3 di Jalan Pramuka Km 6 Banjarmasin.

“Ternyata benar, saya ditipu, pihak sekolah mengatakan selama ini SMK 3 tidak ada program beasiswa,” tuturnya.(rahman)

Editor: Agus Salim

 304 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *