Connect with us

Bakeuda Kalsel

Bakeuda Kalsel Monitoring dan Evaluasi ke UPPD SAMSAT Batulicin dan Kotabaru

BADAN Keuangan Daerah (Bakeuda) Provinsi Kalsel terus melakukan terobosan dan inovasi dalam upaya memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) Provinsi Kalsel dari sektor pajak.

Bahkan, disela kesibukannya Kepala Bakeuda Provinsi Kalsel, Agus Dyan Nur, bersama jajaran menyempatkan waktu monitoring, evaluasi (monev) dan supervisi ke Unit Pelayanan Pendapatan Daerah (UPPD) SAMSAT Batulicin dan Kotabaru, Jumat (12/3/ 2021).

Agus Dyan Nur dan jajaran ingin melihat langsung keberadaan sarana prasarana pelayanan Kantor Induk dan SAMSAT Pembantu, baik yang sudah ada maupun yang akan direncanakan di kewilayahan.

“Kita memaksimalkan dulu ketersediaan kantor yang ada sambil bertahap mempersiapkan Kantor UPPD dan SAMSAT Pembantu, melalui perencanaan yang matang, efektif mendekatkan  serta optimalnya pelayanan, “ungkap Agus Dyan Nur kepada riliskalimantan.com, Sabtu (13/03/2021).

Ia juga sangat mengapresiasi pemerintah kabupaten setempat yang telah menyiapkan tempat strategis, seperti di Sengayam yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Tanah Grogot, Kalimantan Timur.

“Secara formal dan administrasi sudah ditindaklanjuti Bidang Aset Bakeuda serta Pemerintah Kabupaten Kotabaru, ” kata Agus Dyan Nur.

“Demikian pula wacana pembangunan Kator UPPD di Batulicin pada lahan Taman Kota Kapet Tanah Bumbu. Pengembangan ini juga mendapat dukungan dari mitra kerja Komisi II DPRD Provinsi Kalsel dan pemerintahan setempat serta stakeholder,” sambung Agus Dyan Nur.

Sementara itu Kepala Bidang Pengelolaan Pendapatan Daerah Bakeuda Kalsel, Rustamaji mengatakan pada saat kunjungan ini Jajaran Bakeuda yang dipimpin langsung oleh Kepala Badan melakukan supervisi terkait pengelolaan pendataan objek dan/subjek Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) yang aktif dan tidak aktif, serta memaksimalkan penggalian potensi Pajak Air Permukaan (PAP) di kewilayahan bekerjasama dengan pemkab setempat.

“Kami melakukan kajian permasalahan di lapangan selanjutnya sama-sama dirumuskan dengan Tim Terpadu Optimalisasi Pendapatan Daerah untuk ditindaklanjuti secara komprehensif dan berhasil guna, ” katanya.

Rustamaji juga berharap, para pengusaha yang beroperasinal di wilayah Kalimantan Selatan, dapat berkontribusi seoptimal mungkin melalui pemenuhan kewajibannya membayar pajak daerah.

“Untuk jalannya pembangunan serta membangkitkan pemulihan ekonomi di kewilayahan pasca pandemi Covid-19 dan bencana banjir,” ujar pejabat yang akrab dengan kalangan jurnalis ini.(adv)

Editor: Agus Salim

 1,339 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *