Connect with us

DPRD Kalsel

Lutfi: Sekolah Tatap Muka Tak Cukup Prokes, Harus Dibekali Pengetahuan Bahaya Covid

BANJARMASIN, RK – Sekolah atau pembelajaran tatap muka tak cukup hanya ditekankan protokol kesehatan, melainkan peserta dan tenaga pendidik harus dibekali pula pengetahuan cukup tentang bahaya Covid-19.

Hal ini disampaikan Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Selatan, HM Lutfi Saifuddin, Minggu (4/4/2021) di Banjarmasin.

Kepada media ini Lutfi mengatakan, pengetahuan tentang bahaya Covid-19 dilakukan melalui program mitigasi dan sosialisasi melekat, dengan harapan akan menumbuhkan kesadaran bersama memenuhi protokol kesehatan.

“Pengadaan protokol kesehatan pada saat sekolah tatap muka rasanya tidak cukup, para peserta dan tenaga kependidikan harus pula dibekali pengetahuan cukup tentang bahaya pandemi Covid-19,” ujarnya.

Bukan hanya itu, termasuk pula harus ada cara atau pola monitoring perkembangan kesehatan para peserta didik dan tenaga kependidikan.

“Sehingga sedini dan secepat mungkin dapat dilakukan tindakan tepat apabila salah satu dari mereka menunjukkan gejala terjangkit,” tandas Politisi Partai Gerindra ini.

Lalu, lanjut Lutfi, ada pencatatan data perkembangan kesehatan melalui sebuah buku saku mitigasi Covid-19, dan harus diisi oleh para wali kelas setiap hari.

Disinggung peran dan dukungannya, wakil rakyat dua periode ini berujar pihaknya akan mengajak stakeholder untuk musyawarah berdiskusi, agar program ini benar- benar bisa berjalan dengan aman.

Wacana sekolah tatap muka yang diberlakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Selatan secara bertahap mulai diterapkan meski dengan pembatasan waktu atau pembagian pola jam belajar.

Ini harus diimbangi dengan komitmen agar tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) karena pada dasarnya kondisi masih dalam pandemi Covid-19.

“Oleh karena itu diperlukan kesadaran dan kerjasama guna menghadapi situasi kondisi sekarang ini,” pungkasnya.(hsn)

Editor: Agus Salim

 1,011 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *