Connect with us

Tabalong

Diduga Ilegal, Polres Tabalong Amankan Tiga Eksavator saat Menambang Batu Gamping

TANJUNG, RK – Unit II Tipidter Sat Reskrim Polres Tabalong amankan tiga unit eksavator merk Kobelco dan10 unit dump truck karena diduga telah digunakan untuk kegiatan penambangan batu gamping secara ilegal.

Pertambangan batu gamping yang berlokasi di wilayah Desa Garagata, Kecamatan Jaro, Kabupaten Tabalong ini diduga tanpa mengantongi izin.

Kapolres Tabalong, AKBP M Muchdori melalui Kasubbag Humas Polres Tabalong, AKP Otto ketika dikonfirmasi membenarkan bahwa adanya proses hukum terhadap aktivitas pertambangan batu gamping yang diduga tanpa izin tersebut.

“Saat ini Satreskrim Polres Tabalong telah melakukan penyelidikan adanya aktivitas pertambangan batu gamping yang diduga ilegal tersebut dan saat ini masih dalam proses pemeriksaan,” ujarnya kepada wartawan, Sabtu (8/5/2021).

Dipimpin Kasat Reskrim Polres Tabalong AKP Trisna Agus Brata, unit II Tipidter Satreskrim sudah mendatangi lokasi dan mengamankan tiga eksavator serta 10 unit dump truk sebagai barang bukti.

Pada saat ke lokasi, unit II Tipidter Satreskrim Polres Tabalong ungkap AKP Otto, menemukan langsung adanya dugaan tindak pidana pertambangan batu gamping tanpa izin tersebut.

Saat itu lanjutnya didapati pertambangan batu gamping dengan menggunakan tiga unit eksavator yang sedang beroperasional di lahan

yang masuk wilayah Desa Garagata, Kecamatan Jaro, Tabalong yang diduga dilakukan oleh CV AJM.

“Saat itu ketiga alat berat tersebut sedang melakukan penambangan dan pemuatan batu gamping ke dalam beberapa buah truck dump yang ada di lokasi,” ujarnya.

Selain mengamankan tiga unit eksavator dan 10 unit dump truk, petugas tambah AKP Otto juga mengamankan satu bundel list rekapitulasi pengiriman material batu gamping  diduga milik CV AJM  bulan Januari 2021 sampai dengan April 2021.

Serta dua bundel surat jalan pengangkutan batu gamping diduga milik CV  AJM dari bulan April 2021 sampai dengan Mei 2021.

Kegiatan pertambangan batu gamping tanpa ijin ini ungkap Otto telah melanggar pasal 158 UU RI Nomor 3 Tahun 2020 perubahan atas UU RI No. 4 tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara.

“Selanjutnya untuk proses lebih lanjut dilakukan pemeriksaan oleh Sat Reskrim Polres Tabalong dan untuk pihak terlapor terkait  dugaan pertambangan batu gamping tanpa izin ini masih dalam proses penyidikan,” pungkasnya.(ys)

Editor: Agus Salim

 1,044 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *