Connect with us

Kalsel

PT SIS Beri Tanggapan Terkait Unjukrasa FSP KEP Tabalong

TANJUNG, RK- PT Saptaindra Sejati (SIS) Admo memberikan tanggapan terkait unjukrasa yang digelar Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, Gas Bumi dan Umum (FSP KEP) Tabalong terkait sanksi mangkir bagi pekerja PT SIS pada peringatan May Day beberapa waktu lalu.

Project Manager PT SIS Sugeng Wibowo menyatakan, dalam operasinya PT SIS senantiasa menjunjung tinggi tata kelola yang baik serta menjalankan aktivitasnya sesuai dengan peraturan yang berlaku, termasuk peraturan tentang metenagakerjaan.

“Sebagai perusahaan jasa penunjang pertambangan PT SIS telah menetapkan dan menerapkan waktu kerja dan istirahatnya sesuai peraturan yang berlaku dan dalam pelaksanaannya telah diatur lebih lanjut pada perjanjian kerja, ketentuan perusahaan dan perjanjian kerja bersama,” ujar Sugeng, Kamis (3/6/2021).

Mereka sudah mengkomunikasikan dengan para karyawan bahwa sesuai peraturan Permenaker Nomor 15 tahun 2005 bahwa dalam hal libur resmi jatuh pada suatu periode kerja yang telah dipilih dan ditetapkan oleh perusahaan, maka hari libur resmi tersebut dianggap hari kerja biasa.

Dalam setiap peringatan Hari Buruh Internasional pun ungkapnya yang dilakukan pada setiap tanggal 1 Mei, baik sebelum maupun setelah masa terbitnya Keppres Nomor 24 tahun 2013, manajemen selalu memberikan kesempatan dan mendukung bagi serikat pekerja untuk memperingatinya dengan tetap mempertimbangkan jalannya operasional SIS yang merupakan kontraktor yang memiliki tanggungjawab menyelesaikan pekerjaannya.

Karenanya, menurut Sugeng, sesuai dengan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) setiap karyawan yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang dapat diterima perusahaan dikategorikan sebagai mangkir.

Sehingga karyawan yang bersangkutan tidak berhak atas komponen upah seperti uang lembur, insentif, dan tunjangan kehadiran.

“Perhitungan komponen tersebut bervariasi karena terdapat faktor-faktor yang mempengaruhi perhitungan tersebut yang setiap pekerja berbeda-beda,” terangnya.

Perhitungan ini bukan hanya berlaku pada karyawan yang tidak masuk kerja pada tanggal 1 Mei saja, namun juga berlaku untuk setiap pekerja yang tidak masuk kerja di luar cuti dan off.

Perusahaan, lanjutnya, tetap memastikan gaji dan hak karyawan lainnya tetap diberikan sesuai waktu yang telah ditetapkan.

SIS ungkapnya terus berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja Tabalong dan pihak-pihak terkait mengenai hal ini.

“SIS juga berkomitmen untuk terus mendukung pembangunan daerah di Kalimantan Selatan melalui penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional SIS,” ungkapnya.(ys)

Editor : Andi

 1,194 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *