Connect with us

Kalsel

Perselisihan PT SIS dengan Pekerjanya Disorot Serikat Buruh Internasional

TANJUNG, RK- Perselisihan antara PT SIS Admo dengan ratusan pekerjanya yang tergabung dalam Federasi Serikat Pekerja Kimia, Energi, Pertambangan, Minyak, dan Gas (FSP KEP) menjadi sorotan serikat buruh internasional.

Permasalahan terkait sanksi mangkir yang dijatuhkan PT SIS terhadap pekerjanya yang mengambil cuti pada peringatan Hari Buruh pada 1 Mei 2021 lalu. Diberikannya sanksi pada 853 pekerja ini berdampak dengan dipotongnya upah mereka selama satu hari.

Perselisihan ini mendapat perhatian dari IndustriALL Global Union yang merupakan satu dari 10 serikat buruh internasional.

Protes IndustriALL Global Union disampaikan dalam bentuk surat yang dilayangkan kepada PT SIS dan PT Adaro terkait sanksi yang diberikan perusahan terhadap pekerjanya yang dinilai sangat merugikan para pekerja.

Surat tersebut, menyebutkan bahwa IndustriALL Global Union, yang mewakili lebih dari lima puluh juta pekerja di sektor manufaktur, termasuk sektor kimia di seluruh dunia, meminta PT Saptaindra Sejati untuk menghormati hak pekerja untuk menikmati libur May Day.

Surat tersebut ditandatangani Sekretaris Jenderal IndustriALL Global Union Valter Sanches, yang menyebutkan bahwa FSP KEP ini berafiliasi dengan IndustriALL Global Union.

“Kami juga mendesak induk perusahaan, PT Adaro Energy Tbk untuk segera turun tangan untuk menjamin solusi yang adil dan merata, yang harus mempertimbangkan sepenuhnya tuntutan pekerja,” kata Valter Sanches dalam suratnya.

Pihaknya sangat marah mengetahui bahwa PT Saptaindra Sejati mengeluarkan teguran lisan kepada 853 pekerja yang terafiliasi dengan FSP KEP, dan dipotong upah satu hari karena menolak bekerja pada 1 Mei 2021.

PT Saptaindra Sejati harus menghormati hukum perburuhan Indonesia, yang mewajibkan majikan untuk memberikan hari libur berbayar kepada karyawannya pada May Day.

Majikan, tegasnya, tidak dapat memaksa karyawannya untuk bekerja pada hari libur berbayar tanpa mendapatkan persetujuan dari karyawan.

“Dalam hal ini, serikat pekerja FSP KEP setempat telah memberitahukan perusahaan anda melalui dua surat tertanggal 25 dan 28 April 2021, mengenai niat karyawan untuk mengambil cuti May Day,” bebernya

Anggota FSP KEP, ungkapnya, melakukan aksi unjuk rasa di depan DPRD Tabalong pada 2 Juni 2021, menuntut pemerintah daerah untuk menindaklanjuti hak-hak pekerja di PT SIS.

“Untuk mencegah situasi meningkat, pelanggaran itu sangat penting. Perusahaan anda terlibat tanpa penundaan dengan baik menarik tindakan disipliner, dan membalikkan negosiasi pembayaran dengan serikat. Diperlukan tanggapan cepat dan tindakan anda,” pungkasnya.

Ketua PUK FSP KEP Admo SIS Muhammad Riyadi membenarkan bahwa perselisihan yang terjadi antara pihaknya dengan PT SIS sudah sampai ke serikat buruh international.

” Kami sangat mengapresiasi perhatian IndustriALL Global Union atas perselisihan terjadi pada kami ini,” ujarnya, Kamis (8/7).(ys)

Editor : Andi

 1,029 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *