Connect with us

Pemprov Kalsel

Pj Gubernur Kalsel Bekali Siswa KKDN Ilmu Bela Negara dan Penanganan Covid-19

BANJARBARU, RK- Penjabat Gubernur Kalsel Dr Safrizal ZA,MSi memberikan pembekalan pada kegiatan Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) kepada Perwira Siswa Pendidikan Reguler (Pasis Dikreg) XLVIII Sesko TNI TA 2021, Senin (26/7/2021) melalui video conference di Banjarmasin.

Dikreg Sesko TNI Tahun 2021 di Kalsel dilaksanakan dengan video conference (Vicon) dikarenakan kondisi Pandemi Virus Corona (Covid-19) yang saat ini masih melanda. Terlebih Kota Banjarmasin dan Banjarbaru diterapkan PPKM Level 4 dan daerah lainnya PPKM Level 3.

Dalam kegiatan pembekalan KKDN ini, Safrizal menyampaikan materi terkait Undang-Undang Nomor 23 tahun 2019 tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara. Kemudian penanganan Pandemi Covid-19, serta potensi dan gambaran dari Provinsi Kalsel.

Dalam paparannya, Pj Gubernur menyampaikan UU tentang Pengelolaan Sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara bagi suatu bangsa yang berdaulat merupakan suatu cara untuk menjaga, melindungi, dan mempertahankan keutuhan, persatuan dan kesatuan, serta kedaulatan bangsa terhadap segala bentuk ancaman.

“Pengelolaan sumber Daya Nasional untuk Pertahanan Negara bertujuan untuk mentransformasikan Sumber Daya Nasional menjadi kekuatan Pertahanan Negara yang siap digunakan untuk kepentingan Pertahanan Negara,” katanya.

Implementasinya melalui Usaha Bela Negara, penataan Komponen Pendukung, dan pembentukan Komponen Cadangan.

“Dalam Undang-undang ini sumber Daya Nasional terdiri atas sumber daya manusia, sumber daya alam, dan sumber daya buatan,” jelasnya.

Sementara terkait Pandemi Covid-19 yang melanda dunia, termasuk negara Indonesia memberikan dampak terhadap perekonomian, kehidupan sosial, budaya, yang kesemuanya memiliki pengaruh terhadap pertahanan negara, stabilitas keamanan negara.

Menghadapi situasi pandemi Covid-19 tersebut dirinya menyampaikan ada 3 metode yang digunakan, yaitu dengan hard power yang berorientasi kepada hasil, pencapaian dan kinerja.

Sementara soft power adalah menggunakan aset yang tidak terlihat, seperti diplomasi, informasi, budaya, politik, dan moral. Serta smart power adalah kombinasi keduanya.

“Smart power ini yang perlu kita lakukan, dalam menghadapi situasi sekarang ini,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan potensi yang dimiliki oleh Kalsel, karakteristik, dan budaya masyarakatnya.

Dirinya juga bercerita tentang mitigasi bencana akibat banjir besar yang melanda Kalsel di awal tahun 2021.

“Bentuk nyata mitigasi bencana di masa yang akan datang, saya canangkan penanaman 1 juta pohon, dan 1 orang wajib menanam 1 pohon,” jelasnya.

Dirinya pun berharap selama pelaksanaan KKDN agar dapat memanfaatkan kuliah kerja secara virtual guna mendapatkan data-data yang diperlukan.

“Langkah itu penting agar dapat menganalisa kendala, hambatan yang dihadapi dan mampu memberikan masukan strategis untuk perbaikan kedepannya dan memberikan masukan bagi pimpinan,” pungkasnya.(rilis-pemprov-kalsel)

 915 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *