Connect with us

Global

Di Chechnya Warga yang Belum Divaksin Dilarang Masuk Masjid

SIAPAPUN yang belum disuntik vaksin Covid-19 maka dliarang masuk ke dalam masjid, toko serta transportasi umum di Chechnya.

Kebijakan ketat ini diterapkan untuk mendorong tingkat vaksinasi di Chechnya. Aturan baru itu merupakan salah satu yang paling ketat di Rusia.

Dilansir dari laman okezone.com, kebijakan itu diumumkan Wakil Perdana Menteri Chechnya Vakhit Usmayev pekan ini. “Kalau ke masjid, wajib memiliki sertifikat vaksinasi,” tegas dia.

Dia menegaskan bahwa pemeriksaan juga akan dilakukan di toko-toko ritel, acara olahraga, dan fasilitas hiburan.

Mereka yang menggunakan transportasi umum juga akan diminta untuk disuntik vaksin Covid -19 dan memakai masker.

Menteri Kesehatan Chechnya, Elkhan Suleimanov, mengumumkan 60% dari populasi orang dewasa di kawasan itu telah menerima suntikan pertama vaksin Covid -19, menjadikannya daerah pertama di seluruh Rusia yang mencapai prestasi ini.

Persentase ini sering merupakan angka yang dinyatakan untuk mendapat herd immunity.

Menulis di Telegram, Pemimpin Chechnya Ramzan Kadyrov mendorong semua orang mendapatkan vaksinasi. “Ini satu-satunya cara untuk mengatasi pandemi,” ujar dia.

Dia mendesak warga mendengarkan saran dari para profesional medis.

“Kita berkewajiban menangani masalah ini dengan penuh tanggung jawab dan melindungi warga kita dari infeksi berbahaya,” tulis dia.

“Saya menekankan bahwa kita tidak boleh berhenti pada angka 60%, tetapi memvaksinasi seluruh populasi orang dewasa!” tegas dia.

Vaksinasi massal Covid-19 telah berlangsung di Rusia sejak 18 Januari tetapi telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah mengungkapkan penentangannya terhadap kewajiban vaksin oleh pemerintah federal, dan menyerahkan keputusan kebijakan vaksinasi di tangan para kepala daerah.

Banyak daerah di Rusia sekarang memaksa para pekerja di sektor tertentu, seperti katering dan transportasi, untuk disuntik vaksin.

Vaksinasi di Rusia benar-benar gratis, dan warga memiliki pilihan empat jenis vaksin buatan dalam negeri yang berbeda yakni Sputnik V, Sputnik Lite, EpiVacCorona, dan CoviVac.

Sekadar informasi, Republik Chechnya adalah sebuah nama daerah di Federasi Rusia yang berbentuk republik.

Mayoritas penduduknya beragama Islam. Hampir 95% adalah Islam dan rata-rata merupakan penganut madzhab Syafi’i

Chechnya berbatasan dengan Stavropol Krai di barat laut, republik Dagestan di timur laut dan timur, Georgia di selatan, dan republik Ingushetia dan Ossetia Utara di barat. Letaknya berada di pegunungan Kaukasus Utara. Ibu kotanya berada di Grozny.

Setelah jatuhnya Uni Soviet, sekelompok pemberontak Chechnya menyatakan bahwa mereka adalah pemerintah yang sah, mengumumkan parlemen baru, dan memproklamasikan kemerdekaan mereka sebagai Republik Chechnya Ichkeria. Hingga 2004, kemerdekaan mereka tidak diakui negara apapun. Deklarasi tersebut telah menyebabkan konflik bersenjata di mana kelompok-kelompok Chechnya dan Rusia saling terlibat.

Menurut laporan, pejabat pro-Rusia mengaku bahwa sejak 1994 lebih dari 200.000 pemberontak dan warga sipil telah terbunuh, dan dalam jangka waktu yang sama lebih dari 20.000 anak-anak telah meninggal dan puluhan ribu lainnya menjadi yatim piatu.(okz)

 1,004 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *