Connect with us

Hukum

Penasehat Hukum Ungkap Pelapor Buat Rangkaian Kebohongan di Sidang Jamaah Haji Travelindo

BANJARMASIN, RK- Kasus penipuan jemaah haji oleh PT Travelindo Lusiyana akan segera memasuki babak baru.

Rencananya Pengadilan Negeri Banjarmasin akan melakukan putusan vonis pada kasus penipuan jemaah oleh travel umroh dan haji PT Travelindo Lusiyana yang menjerat DR. Supriadi S.Pd, MM, Senin (6/9/2021) mendatang.

Sidang sendiri diketuai majelis hakim Moch. Yuli Hadi SH, MH dengan didampingi kedua anggotanya, yaitu Jamser Simanjuntak SH dan Roro Endang Dwi Handayani SH, MH.

Jelang putusan vonis, Penasehat Hukum dari Advis Law Firm Isai Panantulu Nyapil SH kembali mengungkapkan bahwa dalam fakta persidangan yang sudah dilakukan, ada sejumlah rangkaian kebohongan yang di buat oleh saudara pelapor.

“Pertama disaat majelis hakim mempertanyakan apakah saudara pelapor mengetahui PT Travelindo Lusiyana telah mempunyai izin atau tidak, saudara pelapor menjawab tidak tahu. Padahal sebagai ASN yang bekerja puluhan tahun di Kantor Kemenag Kota Banjarmasin sangat mustahil tidak mengetahui, apalagi pelapor juga pernah berumroh di Travelindo sebelumnya,” ungkapnya.

Kemudian pelapor juga berbohong dengan mengatakan keinginan berhaji atas ajakan terdakwa. Faktanya dipersidangan terbukti bahwa pelapor yang meminta tolong untuk berhaji karena uangnya tidak mencukupi.

“Lalu pelaporlah yang berhubungan langsung dengan Agus Arianto sebagai Direktur, bukan dengan terdakwa yang saat itu sudah tidak menjadi owner atau pemilik saham lagi,” tambahnya.

Selanjutnya yang tidak kalah penting adalah saksi Ahli yang dihadirkan JPU pun bukanlah seorang ahli. Dipersidangan terkuak saksi ahli ternyata hanya bekerja satu tahun di bagian umroh haji, lalu saksi ahli juga ternyata teman pelapor yang sama sama bekerja di kantor Kementrian Agama.

“Kami melihat ada rangkaian kebohongan dari pelapor yang bertujuan untuk menjerat terdakwa. Tetapi di persidangan semua kesaksian pelapor terbantahkan oleh semua saksi yang di hadirkan dipersidangan,” tambahnya.

Mengenai sempat tersiar kabar bahwa terdakwa sempat melarikan diri dalam kesempatan ini dirinya meluruskan itu adalah tidak benar. Karena di persidangan terbukti bahwa terdakwa tetap melakukan aktifitas seperti biasa bolak balik banjarmasin dan jakarta melakukan aktifitas sebagai seorang pengusaha. Hal ini dibuktikan dengan beberapa tiket pesawat yang masih menggunakan nama terdakwa.

“Melihat fakta dipersidangan tidak ada satu saksipun yang menyatakan keterlibatan terdakwa, maka kami berkeyakinan terdakwa akan dibebaskan dari semua tuntutan. Kami juga sangat berharap Majelis Hakim akan memberikan keputusan dengan hati nurani dan terbebas dari intervensi dari pihak manapun sehingga terdakwa bisa mendapatkan keadilan,” tukasnya.(ar)

Editor: Agus Salim

 1,125 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *