Connect with us

Seni Budaya

Merajut Kata Menjadi Karya, Kampoeng Seni Boedaja Gelar Latihan Kepenulisan

Kampoeng Seni Boedaja ULM Banjarmasin menggelar latihan gabungan tentang kepenulisan.(foto: rizky)

BANJARMASIN, RK – Jumat malam (3/11), Dharma Cofee terlihat ramai. Keramaian karena malam itu Kampoeng Seni Boedaja Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin menggelar latihan gabungan tentang kepenulisan.

Latihan gabungan ini merupakan program kerja dari Departemen Kegiatan yang ketiga, sebelumnya materi latihan gabungan diisi Teater dari Edi Sutardi, salah satu tokoh teater dan dosen di STIKIP Banjarmasin.

Materi musik dari Novyandi Saputra yang merupakan dosen di Pendidikan Seni Pertunjukan ULM dan NSA Project . Dan untuk materi bertema Merajut Kata Menjadi Karya diisi oleh Sandi Firly, penulis sekaligus wartawan.

Adapun Karyanya diantaranya Lampau, Rumah Debu, dan May. Kegiatan berlangsung sejak pukul 20.00 Wita.

“Luar biasa antusias dari UKM Seni di Banjarmasin, kami mengapresiasi atas antusias kawan – kawan yang menyempatkan waktu untuk mengikuti kegiatan ini,“ kata Salma, Kepala Departemen Kegiatan Kampoeng Seni Boedaja ULM.

Kenapa mengambil tema kepenulisan, jelas Salma, karena selain bertepatan dengan giliran dari Balai Sastra, pihaknya juga kami ingin memperkenalkan dasar– dasar menulis kepada anggota muda.

“Latihan gabungan kali ini diharapkan tidak hanya menjadi wadah mendapatkan wawasan, namun jadi ruang diskusi pelaku seni dan wadah silaturahmi khususnya dari Kampoeng Seni Boedaja dan kawan-kawan pegiat seni lainnya,” kata Salma.

Salma juga berharap latihan tidak hanya terbatas dalam bentuk praktik saja, namun diisi dengan diskusi, sehingga bisa saling bertukar informasi dan berbagi wawasan satu sama lain seputar kesenian. “Semoga latihan gabungan kali ini bisa memberikan manfaat dan tambahan wawasan bagi kawan – kawan khususnya dibidang penulisan,“ pungkasnya.

Sementara itu, wartawan senior Sandi Firly menjelaskan, sebagai penulis memerlukan tahapan proses seperti membaca karya penulis lain, karena menurutnya kualitas tulisan tergantung dari apa yang dibaca oleh penulis itu sendiri.

“Dan satu hal yang paling penting tekun dan tetap konsisten karena kualitas seorang penulis akan terasah dengan banyaknya jam terbang yang dimilikinya sebagai penulis,” ujar Sandi.

Dalam latihan ini lebih menekankan kepada jenis – jenis tulisan dan proses kreatif seorang penulis itu sendiri. Tidak hanya komunitas seni ada pula sineas seperti Has Talent yang turut hadir dalam latihan gabungan ini.(Rizky Fadhlillah)

Editor: Agus Salim

 

Di Posting 04/12/2021 9:51 AM by Agus Salim

 111 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *