Connect with us

Hukum

Hingga Pertengahan 2022, Satreskrim Polres Kotabaru Tindak 5 Kasus Tambang Ilegal

Satreskrim Polres Kotabaru sampaikan catatan penanganan kasus selama tahun 2022. (foto: Mawardi)

KOTABARU, RILISKALIMANTAN.COM – Tren jumlah kasus illegal mining (pertambangan ilegal) yang ditangani jajaran Satreskrim Polres Kotabaru mengalami kenaikan.

Diungkapkan Kapolres Kotabaru AKBP M Gafur Aditya Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Jalil bahwa angka kasus illegal mining tahun 2022 meningkat dibanding 2020 dan 2021.

Didampingi Wakapolres Kotabaru Kompol Sofyan, KBO Intel, dan Kanit Krimum, Jalil menjelaskan sejak ia bergabung di Polres Kotabaru, tahun 2020 jajarannya menangani 1 kasus perkara illegal mining dan sukses diselesaikan.

Di tahun 2021, sama dengan tahun sebelumnya juga terdapat 1 kasus perkara illegal mining.

Sedangkan untuk awal hingga pertengahan tahun 2022, perkara illegal mining mengalami tren kenaikan,  Jalil menghitung lada 5 kasus yang tindak dengan objek yang berbeda.

“Alhamdulillah, 2 kasus sudah bersidang dan inkrah di pengadilan, yang 3 kasus masih dalam proses, ” terang Jalil, Jumat (15/07/22), di Mapolres Kotabaru.

Dipaparkannya, saat ini DPR telah mensahkan UU Ciptakerja dimana didalamnya mencakup banyak pelaku usaha.

Dengan UU itu lanjut Jalil, banyak pelaku usaha yang condong dikenakan sanksi administrasi, dimana mereka masih diberi kesempatan untuk melengkapi administrasi yang dianggap masih kurang.

Pelaku usaha kata Jalil, diberi waktu 3 tahun untuk mengurus perijinannya, baru kemudian pidana itu masuk.

“Makanya tren tahun ini perkara kriminal khusus (krimsus) didominasi penindakan di perkara tambang ilegal, ” jelasnya.

Sebagai informasi, Kasat Reskrim juga menyampaikan beberapa tren kasus yang ditangani jajaran Satreskrim Polres Kotabaru hingga pertengahan tahun 2022 ini.

Perkara Krimum (kejahatan konvensional) hingga pertengahan tahun 2022 laporan masuk ada 125 kasus didominasi kasus pencurian.

Untuk perkara PPA, tahun 2022 ada 7 kasus ditangani Polres dan 4 kasus di Polsek, menurun dibanding 2 tahun sebelumnya.

Perkara Tipikor, tahun 2022 lebih banyak menangani perkara tunggakan dari beberapa tahun lalu.

Dan hingga pertengahan tahun 2022, ada 4 buah perkara yang diselesaikan melalui restorative justice system (didamaikan antara korban dan pelaku).(wd)

Editor: Agus Salim

Di Posting 15/07/2022 7:49 PM by Agus Salim

 908 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *