Connect with us

Ekonomi

Kick Off Rehabilitasi DAS Jabar Serta Peresmian Pembangkit Listrik Hybrid Penyediaan Air Menggunakan Energi Terbarukan Untuk Penghijauan Hutan Kiara Payung

SIMBOLIS: Adaro bersama Pemda setempat saat melakukan Rehabilitasi DAS Jabar serta Peresmian Pembangkit Listrik Hybrid Penyediaan Air menggunakan Energi Terbarukan - Foto Dok

SUMEDANG, RILISKALIMANTAN.COM- PT Adaro Indonesia (Adaro) akan merehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS) dengan total 630 Ha (enam ratus tiga puluh hektar) di tiga Kabupaten di wilayah Provinsi Jabar meliputi Sumedang, Cianjur, dan Kuningan yang merupakan lahan kritis.

Presiden Direktur PT Adaro Indonesia Priyadi bersama Wakil Gubernur Jabar Rhuzanul Ulum beserta Direktur Jenderal PDASRH Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dyah Murtiningsih melakukan Kick Off
Rehabilitasi DAS Jabar serta Peresmian Pembangkit Listrik Hybrid Penyediaan Air menggunakan Energi Terbarukan Untuk Penghijauan Hutan Kiara Payung, Kamis (28/7/2022).

Kegiatan ini merupakan wujud komitmen Adaro sebagai pemegang IPPKH dalam rangka menjaga konservasi sumberdaya air demi menyelamatkan sumber air bagi kota Bandung, menjaga fungsi ekologis dan meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat melalui Rehabilitasi DAS Agroforestry.

“Sebagai pemegang IPPKH, kami sangat mendukung upaya pemerintah dalam hal rehabilitasi lahan untuk menjaga konservasi sumber daya air. Hal ini sejalan dengan komitmen Adaro terhadap kelestarian lingkungan diantaranya melaksanakan rehabilitasi DAS di luar area operasional Adaro. Program ini diharapkan turut mempercepat pembangunan wilayah selatan Jabar yakni pembangunan hutan Pantai di Cianjur Selatan, konservasi wilayah sempadan pantai dan peningkatan daya dukung lingkungan. Dalam pelaksanaannya, kami akan melibatkan masyarakat sekitar sehingga dapat menciptakan lapangan kerja dan membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat.” ungkap Presiden Direktur PT Adaro Indonesia Priyadi.

DAS Jabar termasuk diantaranya Sumedang, Kuningan yang merupakan lahan kritis akan dipulihkan dengan menggunakan pola agroforestry. Selain itu terdapat lahan sempadan pantai yang akan di hijaukan dengan pembangunan hutan pantai di Cianjur Selatan. Dalam pola agroforestry selain penanaman pohon kayu-kayuan untuk mempertahankan fungsi hutan, penanaman akan diselingi dengan tanaman buah2an yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Ditargetkan, dalam 3 tahun, tanaman sudah tumbuh dengan kuat. Masyarakat sekitar menyambut baik program DAS Adaro di Jabar. Kedepan area penanaman diharapkan dapat dikelola masyarakat menjadi salah satu tempat wisata agroforestry di wilayah Jabar.

Sejak tahun 2016, Adaro telah melakukan penanaman lahan DAS seluas 8000 Ha yang dilaksanakan di 3 provinsi, yaitu Kalsel, Kalteng dan Jateng. Tahun 2021, Adaro melakukan rehabilitasi DAS Menoreh Kabupaten Magelang Provinsi Jateng seluas 512 Ha. Selain itu Adaro melakukan serah terima hasil penanaman rehabilitasi DAS seluas 440.43 Ha di Tahura Sultan Adam Provinsi Kalsel kepada Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Keberhasilan ini merupakan wujud komitmen Adaro sebagai pemegang IPPKH, yang senantiasa memastikan rehabilitasi DAS tetap berjalan baik di masa pandemi dan memberikan dampak yang baik untuk lingkungan. Keterlibatan masyarakat dalam proses rehabilitasi DAS juga akan menciptakan lapangan kerja sehingga membantu meningkatkan taraf hidup masyarakat.(rls)

Editor: Arief Syarkawie

Di Posting 28/07/2022 7:09 PM by Arief Syarkawie

 2,528 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *