Connect with us

Kalsel

ULM Mesti Paham Road Map Indonesia Emas Tahun 2045

BANJARBARU, RILISKALIMANTAN.COM- Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Dr Ir Rokhmin Dahuri MS menyatakan, untuk bisa hidup sukses dan bahagia, serta mampu berkontribusi signifikan for a better Indonesia and the world, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) dan segenap alumni mesti memahami road map pembangunan bangsa dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Hal itu disampaikan Rokhmin dalam paparan bertema “Peluang dan Tantangan Pendidikan Tinggi di Era Disrupsi Industri 4.0, Perubahan Iklim, dan Dinamika Geopolitik Global yang Kian Dinamis” pada orasi ilmiah di Dies Natalis ke-64 ULM, di Banjarbaru, Rabu (21/9/2022).

“Seluruh civitas academica serta alumni ULM diharapkan dapat lebih berkontribusi signifikan dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan RI, yakni Indonesia yang maju, adil makmur, dan berdaulat atau Indonesia Emas paling lambat pada tahun 2045,” ujarnya didampingi Wakil Ketua DPRD Kalsel M Syaripuddin (Bang Dhin).

Rokhmin menyampaikan, selain bisa hidup sukses dan bahagia, sebagai warga dunia, seluruh civitas academica, dan alumni ULM juga diharapkan turut berpartisipasi aktif dalam mewujudkan dunia yang lebih baik dan berkelanjutan.

Dijelaskannya, road map pembangunan bangsa yang komprehensif dan benar harus disusun berdasarkan beberapa hal, yaitu potensi (modal dasar) pembangunan yang dimiliki, pencapaian dan status pembangunan Indonesia saat ini, permasalahan dan tantangan pembangunan ke depan, dan kecenderungan-kecenderungan global yang mempengaruhi pembangunan ekonomi dan peradaban manusia di abad ke-21.

“Semoga ULM yang sudah baik, ke depan akan lebih berprestasi lagi. Sehingga menjadi universitas berkelas dunia,” katanya.

Rokhmin mengemukakan, peran perguruan tinggi dalam mewujudkan Indonesia Emas pada 2045, serta dunia yang lebih baik dan berkelanjutan yang mengacu pada beberapa parameter.

Yaitu, mencetak lulusan yang unggul, hasil penelitian (invensi dan inovasi) yang bermanfaat bagi pembangunan ekonomi dan kehidupan bangsa serta umat manusia, serta perbaikan dan pengembangan kapasitas, etos kerja dan akhlak masyarakat dan aparatur pemerintahan.

Dengan itu, lanjutnya, alumni memiliki kehidupan yang sukses dan bahagia dunia dan akhirat karena punya karakter, seperti kompeten di bidang iptek dan keilmuan yang mereka tempuh selama masa perkuliahan, memiliki kemampuan analisis, sintesis, kritis, kreatif, inovatif, dan pemecahan masalah.

Selain itu, menguasai dan terampil teknologi digital, memiliki soft skills seperti dapat memelihara dan memompa motivasi diri, bisa bekerjasama, teamwork, disiplin, adaptive, agile, dan leadership), serta menguasai sedikitnya satu bahasa asing (misalnya Inggris, Arab, atau Mandarin).

Kemudian, memiliki jiwa wirausaha (entrepreneurship), berakhlak mulia (jujur, amanah, fathonah/visioner, tabligh, berempati, kanaah, sabar, dan bersyukur), serta beriman dan takwa kepada Tuhan yang Maha Esa.

Ditegaskannya, penelitian dari perguruan tinggi seharusnya menghasilkan informasi ilmiah sebagai dasar bagi pihak pemerintah, swasta (industri) maupun masyarakat dalam menyusun perencanaan dan pengambilan keputusan pembangunan atau bisnis.

Lalu, invensi (prototipe) yang siap untuk dihilirisasi menjadi inovasi teknologi maupun non-teknologi, publikasi ilimiah di jurnal ternama (terbaik) pada bidang ilmunya, baik di tingkat nasional maupun internasional, serta semakin meningkatkan iman dan takwa para peneliti dan manusia.

Terkait pengabdian kepada masyarakat, tambah dia, harus diarahkan untuk membantu masyarakat, pemerintah dan swasta supaya lebih memiliki kompetensi pembangunan serta berusaha (berbisnis), beretos kerja unggul, berakhlak mulia dan beriman kepada Tuhan yang Maha Esa sesuai koridor Pancasila.

“Apabila peran perguruan tinggi dapat diimplementasikan secara benar, baik, dan berkesinambungan, maka ULM bisa menjadi a world-class university dan alumninya menjadi insan-insan yang sukses serta bahagia hidup di dunia dan akhirat adalah sebuah keniscayaan,” tandasnya.

Wakil Ketua DPRD Kalsel Muhammad Syaripuddin menambahkan, sudah saatnya ULM membuka program studi baru yang relevan dengan iptek dan keahlian yang dibutuhkan untuk pembangunan bangsa dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045, dan dunia yang lebih baik dan sustainable di abad-21 ini.

Ia mencontohkan, ULM bisa saja menjajaki beberapa program studi baru, misalnya nanoteknologi, bioteknologi, material baru, teknologi digital dan informasi (seperti big data, block chain, artificial intelligence, cloud computing, robotics, dan metaverse), serta teknologi dan manajemen lingkungan, terutama yang terkait dengan perubahan iklim, bencana alam dan dampaknya.

“ULM juga harus meningkatkan kualitas sejumlah fakultas dan prorgram studi konvensional yang memang selalu dibutuhkan untuk pembangunan ekonomi yang produktif, efisien, berdaya saing, inklusif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” sarannya.(okta)

Editor : Andi

Di Posting 21/09/2022 10:30 PM by Andi

 1,552 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *