Connect with us

Kotabaru

Buka Audit Stunting Kotabaru, Fatma Idiana Minta Komitmen TPPS Kecamatan

KOTABARU, RILISKALIMANTAN.COM – Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPPAPPKB) Kotabaru menggelar Audit Stunting, di Oproom Setda Kotabaru, Selasa (27/09/22).

Kegiatan dibuka oleh Ketua TP PKK Kotabaru selaku Wakil Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kotabaru Hj. Fatma Idiana.

Dan turut dihadiri Plt. Kepala DPPPAPPKB Kotabaru, SKPD terkait, Tim Pakar Audit Kotabaru, Camat serta Kepala Desa, serta Koordinator Penyuluhan KB.

Wakil Ketua TPPS Kotabaru Hj. Fatma Idiana mengatakan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 Tentang Percepatan Penurunan Stunting, mengamanatkan pendekatan pencegahan lahirnya balita stunting melalui pendampingan keluarga berisiko stunting.

“Komitmen dan Gerakan TPPS Kecamatan diperlukan agar mencapai target penurunan stunting di bawah 14 % . Kinerja TPK di semua desa juga perlu kita evaluasi bersama agar penurunan stunting dapat tercapai sesuai target,” ucapnya.

Selain itu, katanya, Dapur Sehat (DASHAT) juga perlu dibentuk terutama di kampung KB sebagai upaya mengatasi gizi membantu percepatan penurunan stunting.

Sambungnya, Program “DASHAT” merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam upaya pemenuhan gizi seimbang bagi keluarga berisiko stunting melalui pemanfaatan sumberdaya lokal.

“Semoga dalam penanganan stunting di Kotabaru dapat dilaksanakan secara sinergis melalui pengaktifan peran pemerintah, perguruan tinggi, swasta, masyarakat dan media,” harap Fatma.

Sedangkan Plt. Kadis DPPPAPPKB Kotabaru Ir Sri Sulistyani, menyampaikan, tujuan dilaksanakannya audit kasus stunting adalah untuk mengidentifikasi dan mengetahui penyebab risiko terjadinya stunting pada kelompok sasaran.

“Audit kasus stunting tidak hanya melaksanakan pencegahan dari hilir saja, tetapi juga dari hulu dengan langkah-langkah strategis dalam percepatan penurunan stunting, ” ungkap Sri.

Ditambahkannya, untuk Kabupaten Kotabaru berdasarkan SSGI  (Survei Status Gizi Indonesia) tahun 2021 prevalensi masih sebesar 21,8%,  sehingga Kabupaten Kotabaru memiliki target penurunan pada tahun 2024 nanti sebesar 13,24%.

Sri juga membeberkan wilayah yang di Audit dalam Kasus Stunting ini yaitu Desa Tirawan, Desa Baharu Utara dan Desa Rampa yang merupakan Desa Kampung KB.(wd)

Editor: Agus Salim

Di Posting 27/09/2022 5:42 PM by Agus Salim

 687 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *