Connect with us

Hukum

Gadaikan SHM Warganya Pakai Tanda Tangan Palsu, Oknum Kades di Kotabaru Diamankan

KOTABARU, RILISKALIMANTAN.COM – Kepala Desa Sungup Kanan, Kecamatan Pulaulaut Tengah terpaksa berurusan dengan polisi atas dugaan pemalsuan Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah seorang warganya.

Kades berinisial A (36) itu dijemput jajaran Satreskrim Polres Kotabaru dirumahnya di Jalan Patmaraga, Kecamatan Pulaulaut Sigam pada Minggu (6/11/22) lalu.

Kapolres Kotabaru AKBP M Gafur Aditya Siregar melalui Kasat Reskrim AKP Abdul Jalil, Senin (21/11/22) mengatakan Kades A diamankan dan ditetapkan tersangka oleh polisi atas laporan korbannya tanggal 5 Juli 2022 lalu.

Dibeberkan Jalil, motif tersangka ialah meminjam SHM milik korbannya yang merupakan kepala dusun, kemudian membuat surat pernyataan pembelian dan memalsukan tanda tangan pemilik SHM tanpa sepengetahuan pemiliknya.

Kata Jalil, tersangka lalu membawa surat pernyataan pembelian bertanda tangan palsu dan sertifikatnya kepada seorang berinisial GBU sebagai jaminan meminjam uang.

“Awalnya tersangka pinjam uang Rp70 juta, lalu pada 12 Agustus 2017 minjam lagi sebesar Rp100 juta, totalnya Rp 170 juta, ” ungkapnya.

Lanjut Jalil, atas perbuatan tersangka, korban merasa dirugikan karena sertifikat tanahnya jadi milik orang lain dan tidak memiliki legalitas lagi atas tanah dan bangunan yang ditempatinya.

Untuk mengungkap dugaan kasus tersebut, Jalil mengatakan penyidik telah melakukan langkah-langkah penyelidikan dan penyidikan.

Penyidik, katanya, meminta bantuan laboratorium Forensik Polda Jawa Timur untuk melakukan pemeriksaan secara laboratoris terhadap tanda tangan yang tertera dalam surat pernyataan pembelian sertifikat tanah tersebut.

“Pemeriksaan labfor Polda jatim didapatkan hasil bahwa tanda tangan tersebut merupakan tanda tangan palsu,” jelas Jalil.

Tersangka, sambungnya sudah diamankan Mapolsek Pulaulaut Tengah berikut dengan barang bukti berupa 1 buah SHM, surat pernyataan pembelian dan surat kesepakatan bersama.

“Tersangka kita kenakan pasal 372 KUHP dan 263 ayat (2) KUHP, dengan ancaman kurungan penjara di atas 5 tahun,” pungkas Jalil.(wd)

Editor: Agus Salim

Di Posting 21/11/2022 3:15 PM by Agus Salim

 579 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *