Connect with us

DPRD Kalsel

Pemprov dan DPRD Kalsel Sepakat APBD Kalsel Tahun Anggaran 2023 Sebesar Rp 7,8 Miliar

BANJARMASIN, RILISKALIMANTAN.COM- DPRD Kalsel menetapkan RAPBD Tahun 2023 menjadi Perda APBD pada Rapat Paripurna Pengambilan Keputusan DPRD Kalsel terhadap Raperda APBD Tahun Anggaran 2023 menjadi APBD, Rabu (23/11/2022).

Postur APBD untuk pendapatan daerah ditetapkan sebesar Rp 7.826.314.817.323 dan belanja daerah 2023 sebesar Rp 7.723.477.817.323.

Laporan Badan Anggaran (Banggar) yang disampaikan Wakil Ketua DPRD Kalsel Muhammad Syaripuddin mengatakan, dari alokasi tersebut terjadi kenaikan pendapatan daerah dibandingkan dengan anggaran pendapatan daerah yang dialokasikan pada Rancangan APBD 2023, yaitu sebesar Rp 1.122.159.009.859. Kenaikan tersebut pada pendapatan transfer pemerintah pusat.

Sedangkan pada total belanja daerahsebesar Rp 7.723.477.817.323, adapun belanja yang dimaksud meliputi belanja operasi, belanja modal dan belanja tidak terduga serta belanja transfer, yang terdapat surplus anggaran sebesar Rp 1.122.159.009.859.

Banggar juga menyampaikan dalam rancangan APBD Kalsel 2023 secara total pos pembiayaan daerah Rp 162.837.000.000, yang merupakan selisih dari Penerimaan Pembiayaan, sebesar Rp 60.000.000.000,00 yang merupakan sisa lebih penghitungan anggaran tahun anggaran sebelumnya (silpa) serta pengeluaran pembiayaan sebesar Rp 162.837.000.000 berupa pembentukan dana cadangan Rp 100.000.000.000, dan penyertaan modal daerah Rp 62.837.000.000.

Gubernur Kalsel H Sahbirin Noor menyampaikan, dengan ditetapkan Raperda APBD 2023, mengakomodir berbagai program prioritas pembangunan di Kalsel, khususnya terangkum dalam tema RKPD Provinsi Kalsel Tahun 2023, yaitu Penguatan Daya Saing Sumber Daya Manusia (SDM) Untuk Peningkatan Perekonomian Berkelanjutan.

Karena itu, efisiensi dan optimalisasi APBD Tahun 2023 tetap harus menjadi program prioritas daerah bagi SKPD harus mengutamakan program dan kegiatan yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Selain itu penguatan pemberdayaan masyarakat akan memperkuat fondasi pembangunan daerah, karena saat ini aktor kemajuan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kalsel pada tahun 2021 sudah berada pada level tinggi diangka 71,28.

“Level ini harus ditingkatkan kembali agar kualitas SDM Kalsel juga semakin meningkat,” katanya.

Tiga komponen utama IPM, yakni pendidikan, kesehatan serta ekonomi, merupakan isu lintas sektor yang harus disinergikan oleh seluruh SKPD dan ketiga komponen ini harus terus diperhatikan bersama, untuk itu, saya harapkan dukungan DPRD dalam upaya pencapaian pembangunan manusia di Kalsel.

Sementara dari sisi ekonomi makro, harus tetap optimis dengan kondisi perekonomian Kalsel, walaupun kondisi resesi perekonomian terus mengancam, pihaknyanakan berupaya untuk terus memprioritaskan APBD 2023 pada program perekonomian untuk mengendalikan tingkat inflasi.

Pemerintah Provinsi Kalsel akan terus melakukan berbagai stimulus dengan mengalokasikan anggaran untuk melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam rangka pengendalian inflasi.(okta)

Editor : Andi

Di Posting 24/11/2022 3:12 PM by Andi

 2,789 Views

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *