Trending

Dari Turunnya Hujan Hingga Orasi Budaya Warnai Pembukaan TPSS ke-18

OPENING: Kepala Disporabudpar Kota Banjarbaru, Ahmad Yani Makkie, bersama Asisten III, Dr Hj Rahma Khairita, bersama dengan perwakilan Dewan Kesenian se-Kalsel memukul angklung tanda dimulainya TPSS ke-18 - Foto Dok H Faidur


RILISKALIMANTAN.COM, KALSEL– Kepala Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Banjarbaru, Ahmad Yani Makkie, mengungkapkan, kehadiran Tadarus Puisi dan Silaturahmi Sastra (TPSS) merupakan komitmen Pemerintah Kota Banjarbaru untuk menumbuhkembangkan sekaligus menjaga tradisi seni banua agar tetap ada dan lestari.

Hal tersebut, disampaikan Ahmad Yani Makkie saat memberikan sambutan dalam pembukaan TPSS ke-18, Sabtu (23/3/2024) sore, di Halaman Disporabudpar Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

"Dari event ini diharapkan muncul generasi muda banua yang peduli dan mau berkiprah di bidang seni sastra dan budaya," ungkapnya.


Dirinya menjelaskan, kegiatan TPSS ke-18 selain bagian dari Banjarbaru Calender of Event (CoE) 2023 juga merupakan rangkaian Hari Jadi (Harjad) ke-25 Kota Banjarbaru.

"Ini sebagai wahana silaturahmi para komunitas seni dan sanggar budaya, memperpanjang usia, serta menambah rezeki," ujarnya.

Lebih lanjut, dirinya membeberkan sejarah dilaksanakannya TPSS yang pertama kali digagas oleh mantan Wakil Wali Kota Banjarbaru masa jabatan 2010-2015, yakni Almarhum H Ogi Fajar Nuzuli.

"Semoga Almarhum Bang Ogi mendapatkan ampunan serta amalnya diterima oleh Allah," tuturnya.

Dirinya kemudian meminta para hadirin untuk menundukkan kepala sejenak guna mengenang para sastrawan yang ada di banua, dan dilanjutkan pembacaan puisi untuk Almarhum Bang Ogi.

Sementara itu, Asisten III Setdako Banjarbaru, Dr Hj Rahma Khairita, membacakan sambutan tertulis Wali kota Banjarbaru, H M Aditya Mufti Ariffin, sekaligus membuka kegiatan TPSS ke-18.

"TPSS adalah ruang komunikasi antara seniman dan audiensaudiens, refleksi dan eksplorasi nilai dalam pembacaan puisi. Semoga melalui kegiatan ini akan lebih memasyarakatkan seni sastra sekaligus evalusi dalam pengembangan berkesenian," katanya.

Dirinya yang merupakan istri dari Almarhum Bang Ogi, menceritakan kegiatan TPSS, pertama kali dilakukan di tempat tingglnya sebelum pindah ke kawasan Minggu Raya Banjarbaru.

"Dulu pembacaan puisi dimulai di rumah saya, kemudian dikembangkan di minggu raya tanpa anggaran ataupun sponsor sama sekali," bebernya.

"Saya sempat ikut memsak untuk para peserta tadarus puisi. Menyiapkan makanan berbuka ataupun sahur," tambahnya.

Untuk diketahui, kegiatan TPSS ke-18 dimulai dengan Orasi Budaya yang dilakukan oleh Prof Drs H Rustam Effendi MPd PhD dengan mengangkat tema "Percik Cahaya Burung Simbangan".

Penulis: H Faidur

Lebih baru Lebih lama